Kemkomdigi: Energi Berkelanjutan Kunci Stabilitas Nasional dan Masa Depan Ekonomi

BATOPAR.COM, JAKARTA – Direktur Informasi Publik, Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media  Kementerian Komunikasi dan Digital (KPM Kemkomdigi), Nursodik Gunarjo, menegaskan  ketersediaan energi yang terjangkau dan berkelanjutan modal utama bagi stabilitas nasional dan masa depan ekonomi Indonesia.

Nursodik Gunarjo menambahkan, saat ini ada tantangan besar dan faktor krusial bagi Indonesia yang masih memiliki ketergantungan  terhadap energi fosil, khususnya minyak bumi.

Oleh karena itu, transisi menuju energi berkelanjutan menjadi mendesak untuk segera diakselerasi guna menghindari potensi konflik perebutan sumber daya energi yang tengah terjadi di berbagai belahan dunia.”Paling penting yakni mewujudkan energi berkelanjutan karena di banyak negara konflik terjadi karena perebutan energi,” ujar Direktur Informasi Publik, Nursodik Gunarjo dalam perhelatan Gaskeun Camp di Kota Yogyakarta, Selasa (12/5/2026).

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa isu ketahanan energi bukan hanya menjadi beban pemerintah semata, melainkan tanggung jawab kolektif yang melibatkan sektor industri dan generasi muda.

Terlebih khusus bagi Generasi Z, Nursodik Gunarjo mendorong peran aktif mereka dalam menciptakan konten kreatif yang edukatif guna membangun optimisme publik terhadap kemandirian energi nasional.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) DIY, HET Wahyu Nugroho, menyampaikan  
Yogyakarta memiliki landasan kuat dalam mendukung gerakan kemandirian energi.

Menurutnya, kearifan lokal di Yogyakarta mengajarkan nilai luhur tentang menjaga harmoni alam dan kemandirian energi yang berbasis pada keseimbangan lingkungan.”Yogyakarta memiliki nilai luhur dalam menjaga keseimbangan dan kemandirian energi berbasis kearifan lokal,” tutur Wahyu Nugroho.

Rangkaian pesan edukasi itu disampaikan dalam kegiatan Gaskeun Camp yang diselenggarakan oleh Ditjen KPM Kemkomdigi.

Mengusung tema “Gen Z Mandiri Energi: Jurus Jitu Berdaulat di Era Digital”, kegiatan itu diikuti ratusan perwakilan mahasiswa di Yogyakarta, termasuk dari Universitas Ahmad Dahlan (UAD), sebagai upaya strategis meningkatkan literasi energi di era digital.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *