oleh

Bupati Tana Toraja : OPD dan Kades yang Mau ke Makassar Harus Naik Pesawat

BATOPAR.COM, TANA TORAJA – Bupati Tana Toraja, Nicodemus Biringkanae, menyampaikan, atas nama Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Tana Toraja mengucapkan bangga dan terima kasih atas kehadiran Wagub Sulsel.

Hal ini ia sampaikan saat perayaan hari jadi Kabupaten Tana Toraja ke 63 dan hari jadi Kabupaten Toraja ke 773 Tahun, Senin, 31/8/2020.

“Ini bukti kepedulian Pak Wagub. Pak Wagub sudah hadir sejak kemarin untuk melakukan peninjauan pada beberapa pembangunan di Toraja,” ungkapnya.

Ia pun menyampaikan, Pemprov Sulsel telah memberikan bantuan keuangan sebesar Rp 32 miliar di APBD Tahun Anggaran 2020 untuk Kabupaten Tana Toraja.

Hal itu untuk pembangunan, pembukaan dan pengaspalan jalan akses bandara Buntu Kunik.

Bupati Tana Toraja Nicodemus Biringkanae

“Tanggal 4 nanti, DPRD mengeluarkan instruksi agar kalau OPD mau ke Makassar, agar naik pesawat (di Bandara Buntu Kunik), termasuk Kepala Desa, tokoh masyarakat. Jadi kita harus berpromosi selama tiga bulan,” pungkasnya.

Hari jadi ini, kata dia, merupakan momentum sebagai loncatan untuk perubahan dan perbaikan ke depan dalam menghadirkan bangsa yang cerdas.

“Budaya sebagai perekat bangsa. Orang Toraja harus bangga dengan budaya. Budaya mempersatukan Negera Kesatuan Republik Indonesia. Kita mendorong bagaimana budaya ini betul-betul hadir sebagai perekat bangsa,” pungkasnya.

Ia mengungkapkan, Bank Sulselbar memberikan CSR bantuan keuangan senilai Rp 200 juta dan ambulans. “Awalnya (bantuan CSR) Rp 200 juta. Tapi berkat kehadiran Pak Wagub bertambah,” akunya.

Di sela-sela kegiatan, Bank Sulselbar kembali membawa kabar baik. Menambahkan bantuan CSR menjadi Rp 250 juta.

Sementara itu, Wagub Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, mengatakan, untuk meningkatkan wisatawan, diperlukan infrastruktur yang memadai agar mempermudah dalam menjangkau tempat wisata.

Terlebih Kabupaten Tana Toraja memiliki beragam destinasi wisata. Pemprov Sulsel, kata dia, mengupayakan untuk daerah terisolir.

“Pemerintah harus jalankan asas keadilan. Toraja tidak boleh lagi melihat ke belakang. Harus terdepan dalam pembangunan, baik wisata budaya, kearifan lokal dan panorama alam. Saya ada di belakang Sang Torayan,” tegasnya.

Menurutnya, Tana Toraja harus terdepan dalam pembangunan di Sulawesi Selatan.

“Tana Toraja harus terdepan dalam pembangunan di Sulsel. Itu menjadi wujud pemerataan pembangunan,” ungkapnya yang disambut tepuk tangan dari hadirin.

Komentar

News Feed