oleh

Dua Tokoh Alumni GMNI, Raih Penghargaan Bintang Tanda Jasa dari Presiden Jokowi

BATOPAR.COM, JAKARTA – Memasuki Hari Kemerdekaan RI ke 75 Tahun, Presiden Jokowi memberikan Bintang Tanda Jasa kepada dua Tokoh Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) di Istana Negara Jakarta, Kamis (13/8/2020).

Pemberian Gelar Tanda Kehormatan itu, sesuai dengan Ketentuan Peraturan Perundang-Undangan dengan melihat Rekam Jejak Seseorang dalam berkontribusi Terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Baca Juga: Presiden Jokowi Anugerahkan Tanda Jasa Medali Kepeloporan ke Megawati

Pemberian tanda jasa ini berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 51, 52, dan 53/TK/TH 2020 tanggal 22 Juni 2020 dan Nomor 79, 80, dan 81/TK/TH 2020 tanggal 12 Agustus 2020.

Kedua Tokoh Alumni GMNI yang mendapatkan Bintang Tanda Jasa Tersebut, Yakni Presiden Kelima Republik Indonesia, Sarinah Hj. Megawati SoekarnoPutri dan Bung Ahmad Basarah.

Semasa Hidupnya Megawati SoekarnoPutri tercacat sebagai Kader Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dari Kampus Universitas Padjajaran Bandung sedangkan Ahmad Basarah pernah Menjadi Sekjend Presidium GMNI Periode 1996-1999 dan saat ini menjabat sebagai Ketua Umum DPP Persatuan Alumni GMNI.

 

Baca Juga: GMNI Apresiasi Penganugerahan Bintang Jasa Utama Ahmad Basarah

Presiden Jokowi menganugerahkan tanda jasa dan kehormatan Medali Kepeloporan kepada Presiden ke-5 Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri.

Sedangkan Ahmad Basarah yang saat ini menjabat Wakil ketua MPR RI diberikan Bintang Tanda Jasa Utama dari Presiden Jokowi.

Baca Juga: Presiden Anugerahi Tanda Kehormatan Bintang Jasa Utama Kepada Ahmad Basarah

Perlu diketahui, Organisasi Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia(GMNI) adalah Salah Satu Organisasi Mahasiswa Terbesar di Indonesia, yang memiliki Kader di Seluruh wilayah Indonesia, yang memiliki basis di Kampus baik Negeri Maupun swasta.

Dalam catatan Sejarahnya, GMNI Lahir atas Persetujuan Presiden Pertama Republik Indonesia, Soekarno dengan maksud untuk menjaga Tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan sekaligus wadah untuk belajar Menciptakan Calon Pemimpin Bangsa yang berwatak Nasionalis.

GMNI Juga tercacat sebagai bagian dari Keluarga Besar Kelompok Cipayung bersama Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus Lainnya.

Pasca menjadi Mahasiswa Aktif di kampus dan tercacat sebagai kader GMNI, maka jenjang Selanjutnya Kader aktif tersebut akan menyandang status sebagai Alumni GMNI.

Alumni GMNI bukan hanya aktif dalam dunia Politik semata, baik berada di jabatan Eksekutif maupun Jabatan Legislatif, melaikan aktif juga dibidang lain, Seperti menjadi PNS di Birokrasi Pemerintahan, Wiraswasta, KPU, Bawaslu, KPK, BPK, Mahkamah Agung, Mahkamah Konstitusi, Guru, Dosen, Wartawan, Pengusaha dan lain sebagainya.

Komentar

News Feed