oleh

Gelar Sosialisasi Nilai Kebangsaan, Esra Lamban Ajak Warga Walmas Jaga Pancasila Dan Berikan Penghormatan Kepada Guru

BATOPAR.COM, LUWU  – Legislator PDI Perjuangan DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Esra Lamban Menggelar Kegiatan Sosialisasi Nilai-Nilai Kebangsaan di Desa Lalong Kecamatan Walenrang Kabupaten Luwu, Minggu, 28/11/2021

Sejumlah Tokoh Masyarakat Walmas Hadir Untuk menyaksikan Kegiatan Sosialisasi Nilai-Nilai Kebangsaan yang dirangkaikan dengan Acara Hari Guru.

Esra Lamban mengungkapkan Bahwa Setiap Anggota DPRD Sulsel diwajibkan untuk menggelar kegiatan Nilai-Nilai Kebangsaan didapilnya, untuk menumbuhkan Semangat Nasionalisme dan Kebangsaan demi Menjaga Rasa Persatuan dan Kesatuan ditengah-tengah Kehidupan Antar Umat Beragama.

Dalam Kegiatan Tersebut, Legislator PDI Perjuangan Sulsel itu, mengajak Seluruh Masyarakat Walmas untuk menjaga Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika Sebagai Perekat Perbedaan dan mengimplementasikan ditengah-tengah Kehidupan Sehari-hari.

“Marilah Kita Menjaga Pancasila sebagai Perekat Perbedaan, Untuk Terus meningkatkan Persatuan ditengah-tengah Kehidupan Kita Sehari-hari.

Karena Tanpa Kita Menjaga Ideologi Pancasila, Maka Ancaman Akan Retaknya Persatuan Bisa saja Terjadi dilingkungan kita Berada.

Baca Juga: Gelar Sosialisasi Nilai-Nilai Kebangsaan, Esra Lamban Ajak Warga GKST Se-Mangkutana Raya Rawat Persatuan 

Selain itu, Marilah Juga Kita Menjaga Marwah UUD NRI 1945 sebagai Konstitusi Hukum Tertinggi di Negara Kita, dan Terus Menjaga NKRI sebagai Wilayah Yang Merdeka dari Penjajah, dan Terus memiliki semangat Bhineka Tunggal Ika ditengah-tengah kehidupan kita sehari-hari, Itulah Substasi Nilai-Nilai Kebangsaan Kita di Indonesia, Ungkap Korwil PDIP Luwu Raya Itu, Minggu, 28/11/2021.

Kegiatan Sosialisasi Nilai-Nilai Kebangsaan ini, Juga di Rangkaikan dengan Hari Guru, itu menandakan Bahwa Penghormatan Kita Terhadap Guru di Republik ini sangat Tinggi.

Karena Tanpa Guru, Maka kita Bukan Siapa-siapa, apalagi Peletakan Dasar Pertama Pengetahuan Kita tak terlepas dari Peranan Guru di dalam Kehidupan Kita.

Sebagai Warga Negara Yang Baik, wajiblah kita menghargai Guru sebagai Pribadi yang berperan Penting dalam Mencerdaskan Kehidupan Bangsa Indonesia khususnya dalam Mempersiapkan Generasi Penerus Bangsa di Masa Depan.

Hadir Juga, Sofyanto Torau sebagai Pemateri Kegiatan Nilai-Nilai Kebangsaan yang dirangkaikan dengan Hari Guru

Sofyanto Torau Mengungkapkan bahwa Suatu Negara Bisa Lahir, Hidup dan Mati, hal itu tergantung dengan Nilai-Nilai Kebangsaan.

Banyak Negara di Dunia ini, Hancur akibat tidak adanya Lagi Semangat Kebangsaan dan Semangat Bernegara yang lahir dari Warga Negaranya

Salah Satu contoh, Unisoviet sebagai Negara yang Kuat sebagai Blok Timur, kini hancur dan melahirkan Banyak Negara Baru hal itu disebabkan karena adanya gesekan Politik antar Warga, sehingga Persatuan dikesampingkan, apalagi Sudah Keluar dari Ranah Konsensus Kebangsaannya.

 

Untuk Konteks Indonesia, ada empat Pilar Perekat Semangat Kebangsaan Kita, Diantaranya Pertama, Pancasila sebagai Dasar dan Ideologi Negara, Kedua, UUD NRI Tahun 1945 sebagai Landasan Konstitusi, Ketiga, NKRI Sebagai Bentuk Negara Indonesia, dan Keempat, Bhineka Tunggal Ika sebagai Semboyan Negara Indonesia.

Gagasan Nilai Kebangsaan ini yang Lebih Kita Kenal dengan Istilah 4 Pilar dicetuskan Oleh Almarhum Bapak Taufiq Keimas Mantan Ketua MPR RI sebagai Pijakan dalam Memahami Nilai Kebangsaan Indonesia.

Tentunya ke 4 Pilar Tersebut, wajib kita Jadikan sebagai Pedoman dalam Berbangsa dan Bernegara. ketika salah satunya Tidak Ada Maka Substansi Dalam Memahami Nilai-Nilai Kebangsaan di Negara ini tidak akan Utuh.

Oleh Sebab itu, Mari Kita Jaga dan rawat Nilai-Nilai Kebangsaan kita sebagai Pedoman untuk Menjaga Keutuhan Negara KesatuanRepublik Indonesia sampai selama-Lamanya. Tutupnya.

Komentar

News Feed