oleh

Hari Terakhir Konvensi, 360 Anggota Partai Republik “Membelot” ke Biden

BATOPAR.COM, AMERIKA SERIKAT – Pada hari terakhir Konvensi Partai Republik untuk mengukuhkan pencalonan kembali Donald Trump sebagai presiden Amerika Serikat, Kamis (27/8/2020), ratusan anggota partai itu justru terang-terangan menyatakan akan memilih calon dari kubu Partai Demokrat, Joe Biden.

Mereka adalah para mantan staf yang pernah bekerja di pemerintahan Presiden George W Bush, almarhum Senator John McCain, dan Mitt Romney. Dua yang terakhir adalah mantan capres dari Partai Republik.

Dalam pernyataan terpisah, para alumni pemerintahan Bush, tim kampanye Senator Mitt Romney di pilpres 2012 and tim kampanye McCain 2008 menyatakan dukungan mereka pada Biden.

Baca Juga: Bagaimana Presiden Amerika Dipilih? Ini Panduan Mudahnya

Mereka mengatakan bahwa meskipun tidak sepakat dengan Biden dalam sejumlah kebijakannya, mereka menghargai rekam jejak dia yang bipartisan dan meyakini bahwa mantan wakil presiden tersebut bisa mewujudkan kepemimpinan yang stabil di negara yang tengah bergulat melawan pandemik virus corona, pelemahan ekonomi, dan perpecahan politik yang dalam.

“Atas dasar tidak adanya kompetensi seorang pemimpin dari presiden yang sekarang, sikapnya yang makin memperburuk perpecahan di kalangan rakyat Amerika dan bukannya mempersatukan mereka, serta kegagalannya mempertahankan nilai-nilai Amerika, kami yakin bahwa memilih mantan wakil presiden Biden adalah jelas demi kepentingan nasional,” bunyi surat terbuka yang ditandatangani oleh lebih dari 100 mantan staf McCain.

Para mantan staf Romney menulis lebih galak lagi tentang Trump. Mereka mengatakan bahwa meskipun sebagian telah memilih Trump pada 2016, mereka sekarang khawatir bahwa Partai Republik tengah berubah menjadi “sekte perorangan yang beracun” di bawah kepemimpinan Presiden Trump.

Baca Juga: Terkonfirmasi! TikTok Lawan Trump soal Larangan Operasional di AS

Romney sendiri telah sering bersilang pendapat dengan Gedung Putih sejak kembali menjabat di Senat dan menjadi satu-satunya senator Partai Republik yang memberikan suara untuk memakzulkan Trump dalam sidang di Kongres.

“Sejak 2017, hasil dari keputusan yang sembrono itu bisa dilihat secara gamblang oleh dunia. Sekarang, dengan adanya pandemik yang melumpuhkan perekonomian kita dan mencekik semangat nasional kita, setiap sudut Amerika menderita akibat gaya kepemimpinan Presiden Trump yang serampangan, tanpa keahlian dan mementingkan diri sendiri,” tulis lebih dari 30 mantan staf Romney di surat bersama.

Baca Juga: WHO Tuding Amerika Selatan Episentrum Baru Pandemi Covid-19

Kelompok alumni pemerintahan Bush yang dipimpin mantan menteri perdagangan Carlos Gutierrez bersikap lebih lunak dan fokus pada kualitas yang dimiliki Biden, hanya secara implisit mengkritik perilaku Trump sebagai presiden, termasuk dukungannya pada teori konspirasi dan bahasa dia yang rasialis dan memecah belah.

“Kebaikan Joe sangat dibutuhkan saat ini. Dia dikenal pernah memperlakukan seorang masinis dengan rasa hormat yang sama seperti dia memperlakukan rekan-rekan senatornya. Sebagai mantan pegawai negeri, kami meyakini bahwa keluhuran budi dalam pemerintahan tidak boleh hilang begitu saja. Kami harus bersikap dan berkeras bahwa hal penting seperti ini harus dikembalikan ke kantor presiden,” bunyi surat yang diteken 230 alumni Bush.

Komentar

News Feed