oleh

Ketua KNPI Toraja Utara Harap Proyek Pedestrian Tidak Asal Kerja dan Minta Warga Tidak Jadikan Tempat Menjual dan Parkir

BATOPAR.COM, TORAJA UTARA – Pembangunan Pedestrian Kawasan Kota Rantepao yang menelan biaya sekitar 47 Miliar saat ini tengah dikerjakan. Proyek ini diharapkan akan memperindah Kota Rantepao dalam menunjang Kabupaten Toraja Utara sebagai daerah tujuan Wisata.

Meskipun pembangunan proyek ini belum selesai dan tegah dikerjakan, namum Ketua KNPI Toraja Utara, Belo Tarran berpendapat, kualitas pengerjaannya belum maksimal dan terkesan hanya sekedar terpasang, tidak memperhatikan kualitas dan estetika.

Menurut Belo, seharusnya Kontraktor yang mengerjakan proyek Pedestrian  Kota Rantepao betul-betul memperhatikan kualitas dan estetika, Belo Juga berharap  pengawasan proyek perlu ditingkatkan.

Baca Juga: Tingginya Kasus Bunuh Diri, KNPI Toraja Utara Ajak Seluruh Stakeholder Berperan

Ketua DPD KNPI Toraja Utara, Belo Tarran

“Sangat disayangkan jika anggaran yang dikucurkan Pemprop Sulawesi Selatan untuk pembangunan Pedestrian Kawasan Kota Rantepao yang menelan biaya puluhan miliar dikerjakan tanpa memperhatikan kualitas dan estetika”, ungkap Belo kepada Kabar Pemuda, Sabtu, 16/01/2021.

Kawasan Kota Rantepao

Belo juga meminta kepada warga tidak memanfaatkan jalur pedestrian sebagai tempat parkir kendaraan dan tempat menjual.

“Saya melihat jalur pedestrian sudah dijadikan tempat parkir kendaraan dan juga tempat menjual, saya berharap warga saling mengingatkan, dan jika masih bandel, pemerintah bisa menindak tegas karena itu mengganggu fasilitas publik”, Tambah Belo.

Dia pun mengatakan, nantinya Pedestrian ini akan dinikmati dan dirasakan seluruh masyarakat baik masyarakat Toraja Utara maupun wisatawan, jadi kita harus menjaga dan merawatnya. (*)

Komentar

News Feed