oleh

Kongres GMNI Ke XXI di Kota Ambon Pecat Mantan Ketum Roybatullah dan Sekjen Clance Teddy

BATOPAR.COM, MALUKU – Mantan Ketua Umum (Ketum) dan mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Periode 2017-2019, Robaytullah Kusuma Jaya dan Clance Teddy, telah resmi dipecat sebagai kader GMNI. Hal ini sebagaimana diputuskan dalam Sidang Pleno VII Kongres GMNI XXI, yang berlangsung di Gedung Kristiani Center, Kota Ambon, Selasa, 3 Desember 2019.

Demikian ditegaskan Ketua Panitia Nasional Badan Pekerja Kongres GMNI XXI, Karlely Martinus, saat dikonfirmasi koran ini, via selulernya, Rabu, 4 Desember 2019. Menurutnya, pemecatan tersebut lantaran keduanya tidak dapat mempertanggung jawabkan laporan pertanggungjawaban (Lpj) DPP GMNI periode 2017-2019 di dalam Ruang Sidang Pleno V Kongres GMNI XXI, di Gedung Kristiani Center, Ambon.

“Keputusan pemecatan terhadap Bung Robaytullah Kusuma Jaya dan Bung Clance Teddy ini, telah disahkan melalui palu sidang oleh pimpinan sidang tetap kongres, berdasarkan rekomendasi dari peserta kongres yang terdiri dari 72 DPC definitif, 7 DPD definitif, 16 DPC caretaker dan 2 DPD caretaker,” tegas Karlely.

Baca Juga: Ketum Roybatullah dan Sekjen Clance Teddy Kabur dari Arena Kongres GMNI ke XXI di Kota Ambon

Karlely menjelaskan, sebelum pengambilan keputusan pemecatan terhadap Bung Robaytullah Kusuma Jaya dan Bung Clance Teddy, dalam Sidang Pleno V juga, dengan agenda penyampaian pandangan umum oleh masing-masing perwakilan DPD dan DPC GMNI yang hadir, semuanya menyatakan menolak Lpj Ketum dan Sekjen DPP GMNI Periode 2017-2019 itu.

“Di hadapan pimpinan sidang tetap kongres, yang terdiri dari Alberthus Y.R Pormes (Ambon) selaku ketua, Paselmen (Tapanuli Utara) selaku sekertaris, dan Raymond Gabriel Yekwam (Sorong) selaku wakil Ketua, seluruh peserta yang hadir menolak Lpj Ketum dan Sekjen DPP GMNI periode 2017-2019, dan hanya menerima Lpj yang disampaikan masing-masing 12 ketua bidang DPP GMNI periode 2017-2019 yang hadir di Gedung Kristian Center,” tandasnya.

Dikatakan mantan Ketua DPP GMNI Bidang Hubungan Antar Lembaga periode 2017-2019 itu, ketidakhadiran Bung Robaytullah Kusuma Jaya selaku ketum, Bung Clance Teddy selaku sekjen, dan tujuh pengurus DPP lainnya tentu sangat disayangkan oleh seluruh pihak. Sebab, sikap yang diambil justru tidak menghargai forum kongres yang merupakan forum tertinggi di organisasi ini.

Baca Juga: Terpilih Aklamasi, Imanuel Sujahri Jadi Ketum dan Sekjen DPP GMNI Periode 2019-2022

“Ketum dan sekjen GMNI tidak mencerminkan sebagai kader yang mampu menjaga marwah GMNI untuk senantiasa menjaga keutuhan didalam tubuh GMNI. Apalagi mereka sebagai pimpinan tertinggi GMNI seharusnya memberikan contoh kepada kader GMNI lainnya, bukan malah mengajak pengurus DPP lainnya untuk lari dari tanggungjawab dalam mengikuti forum Kongres GMNI XXI,” keluhnya.
Selain itu, lanjut Karlely, Bung Robaytullah Kusuma Jaya dan Bung Clance Teddy justru membuat kongres tandingan yang tidak sesuai dengan tata tertib forum kongres dan AD/ART di Hotel Amaris Ambon pada Senin, 2 Desember 2019 malam.

“Banyak pihak yang mengutuk langkah inkonstitusional tersebut, apalagi mereka juga memaksa beberapa DPC/ DPD definitif dan caretaker untuk mengikuti forum kongres tandingan yang dilaksanakan di Hotel Amaris Ambon,” pungkasnya.

Karlely kembali menegaskan, hasil Kongres GMNI yang disiasati Bung Robaytullah Kusuma Jaya dan Bung Clance Teddy, dan melahirkan Arjuna Putra Aldino sebagai ketum dan M Agung Dendy sebagai sekjen terpilih di Hotel Amaris Kota Ambon, adalah kongres yang inkonstitusioal atau ilegal. Sebab, prosesnya menyalahi aturan tata tertib dan AD/ART.

“Pada prinsipnya mereka ini sudah cacat secara prosedural, karena mereka tidak memiliki rekomendasi dari masing-masing asal cabang, baik yang mengklaim sebagai ketum maupun yang mengklaim sebagai sekjen. Apalagi pelaksanan kongresnya tidak melibatkan panitia nasional maupun panitia lokal, sehingga jelas menyalahi aturan tata tertib dan AD/ART,” tegasnya.

Menurutnya, kongres yang sah adalah kongres yang dibuka secara resmi oleh Menteri Sosial (Mensos) RI Juliari Peter Batubara, di Gedung Islamic Center Kota Ambon pada 28 November 2019, dan agenda sidang-sidang pleno hingga penutupan berlangsung di Gedung Kristian Center sejak 29 Oktober 2019 hingga selesai.

“Hal itu sebagaimana hasil rapat pleno DPP GMNI, dimana DPP GMNI periode 2017-2019 kepemimpinan Robaytullah Kusuma Jaya selaku ketum dan Clance teddy selaku sekjen, telah membentuk Badan Pekerja Kongres XXI GMNI melalui Rapat Pleno DPP GMNI, dan mengeluarkan SK pada 4 Agustus 2019,” beber Karlely.

Komentar

News Feed