BATOPAR.COM, JAKARTA – Mabes Polri mengatakan bahwa larangan mudik Lebaran 2020 hanya berlaku bagi daerah tertentu yang menerapkan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) atau zona merah dan anglomerasinya. Tercatat hanya ada 24 daerah berstatus PSBB.

Hal ini dikatakan Kabag Penum Polri Kombes Ahmad Ramadhan mengutip Pasal 2 Permenhub No 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Mudik Idulfitri Tahun 1441 Hijriah untuk mencegah penyebaran Covid 19.

“Dalam pasal tersebut dijelaskan bahwa larangan sementara penggunaan sarana transportasi darat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 berlaku untuk sarana transportasi dengan tujuan keluar dan/atau masuk wilayah yang memberlakukan PSBB, zona merah dan aglomerasi yang telah ditetapkan sebagai wilayah PSBB. Tercatat ada 24 daerah berstatus PSBB,” katanya.

Baca Juga: Update 19 Mei 2020: Bertambah 486, Kasus Positif Corona Menjadi 18.496

Artinya, Ahmad melanjutkan, aturan pelarangan mudik hanya berlaku di kawasan tertentu sebab tidak semua wilayah di Indonesia memberlakukan PSBB dan tidak semua wilayah di Indonesia adalah zona merah.

Ditambahkannya Khusus untuk wilayah DKI Jakarta aturan larangan mudik lokal tercantum dalam Peraturan Gubernur DKI Nomor 47 Tahun 2020.

Pergub tersebut mengatur pergerakan orang keluar masuk wilayah DKI, sedangkan bagi penduduk Bogor, Depok dan Tangerang, dikecualikan dalam aturan tersebut sepanjang yang bersangkutan memiliki KTP elektronik.

Baca Juga: DPP GMNI Salurkan Sembako Ke Wilayah Jabodetabek Bantu Warga Terdampak Covid 19

Pemberlakukan Pergub Nomor 47 Tahun 2020 adalah sejak peraturan tersebut diundangkan pada tanggal 14 Mei 2020 sementara pelaksana Pergub tersebut adalah Dishub DKI dengan dibantu oleh aparat TNI-Polri dan Satpol PP.

“Polisi lalu lintas dibantu aparat keamanan lain tetap menjaga pos penyekatan di sepanjang jalan keluar dan masuk di semua wilayah yang memberlakukan PSBB,” tegasnya.

Penjagaan di pos penyekatan dan check point tetap sama seperti sejak awal diberlakukannya larangan mudik dan itu terbukti lebih dari 52 ribu kendaraan diperintahkan untuk kembali ke daerah asal karena mencoba menerobos larangan mudik dan keluar dari wilayah PSBB.

“Arahan Presiden Joko Widodo merupakan perintah agar aparat di lapangan tidak kendor dalam menjalankan tugas untuk memastikan agar larangan mudik terus ditegakkan,” imbuhnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here