BATOPAR.COM, AMERIKA SERIKAT – Semangat Melania Trump tak diragukan lagi untuk mendukung sang suami, Donald Trump. Ibu Negara AS itu mendesak rakyat Amerika untuk memilih kembali suaminya di Konvensi Nasional Partai Republik pada Selasa (25/8).

Seolah kontras dengan pidato berapi-api sang suami, Melania juga menyampaikan simpati bagi para korban pandemi virus corona dan pembelaan untuk pemahaman rasial.

Pada kedua konvensi dengan 70 hari tersisa hingga pemilihan presiden pada 3 November, nada hangat pidato Melania itu tidak sejalan dengan pertemuan Partai Republik. Konvensi Republik seolah hanya menampilkan retorika kasar tentang penantang Demokrat Joe Biden dan terkadang peringatan apokaliptik tentang bahaya pemerintahan Demokrat.

Baca Juga: “Amerika Tidak Aman di Bawah Joe Biden”, Mike Pence Sampaikan Pidato Terbaik

“Saya tidak ingin menggunakan waktu berharga ini untuk menyerang pihak lain karena, seperti yang kita lihat minggu lalu, pembicaraan seperti itu hanya akan memecah negara lebih jauh,” kata Melania Trump kepada kerumunan yang duduk di Taman Mawar Gedung Putih, termasuk suaminya, Presiden Donald Trump, di barisan depan.

Dalam pidato yang ditujukan untuk para pemilih wanita pinggiran kota yang tidak puas dan telah meninggalkan Donald Trump, sang ibu negara itu mengakui rasa sakit pandemi virus corona dengan cara yang hanya dimiliki beberapa pembicara lain di konvensi Partai Republik.

Baca Juga: Bagaimana Presiden Amerika Dipilih? Ini Panduan Mudahnya

Melania Trump menggambarkan suaminya sebagai “orang otentik” yang mencintai negara dan ingin membuatnya lebih baik.

“Donald tidak akan beristirahat sampai dia melakukan semua yang dia bisa untuk merawat semua orang yang terkena dampak pandemi mengerikan ini. Simpati terdalam saya tujukan kepada semua orang yang telah kehilangan orang yang dicintai,” kata Melania Trump.

Melania Trump juga merefleksikan kerusuhan rasial yang melanda AS dalam beberapa bulan sejak kematian George Floyd pada Mei lalu akibat tekanan lutut seorang polisi kulit putih di Minnesota.

“Saya juga meminta masyarakat untuk menghentikan kekerasan dan penjarahan yang dilakukan atas nama keadilan, dan tidak pernah membuat asumsi berdasarkan warna kulit seseorang,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here