BATOPAR.COM, JAKARTA – Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengatakan, setiap masyarakat yang keluar masuk wilayah DKI Jakarta terhitung Jumat, 22 Mei 2020 wajib menunjukkan surat izin keluar masuk (SIKM) Jakarta. Karena itu, Syafrin meminta warga Jakarta maupun luar Jakarta untuk segera mengurus SIKM jika memiliki rencana bepergian keluar-masuk Jakarta.

“Per hari Jumat. SIKM Jakarta itu harus sudah bisa ditunjukkan,” kata Syafrin kepada wartawan di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (20/5/2020).

Jika tidak menunjukkan SIKM, maka orang atau pelaku usaha akan dikenakan sanksi sebagaimana diatur dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta Nomor 47 Tahun 2020 tentang Pembatasan Kegiatan Berpergian Keluar dan/atau Masuk Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta Dalam Upaya Pencegahan Penyebaran Covid-19.

Baca Juga: Anies Perpanjang PSBB Jakarta sampai 4 Juni 2020

Dalam Pasal 8 Pergub 47/2020 menyebutkan, dalam hal orang tidak memiliki SIKM tetapi sudah berada di Jakarta, maka akan diarahkan untuk kembali ke tempat asal perjalanannya atau melakukan karantina selama 14 hari ditempat yang ditunjuk oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 tingkat Provinsi, dan/atau tingkat Kota/Kabupaten Administrasi. Sementara Pasal 4 ayat (2) huruf a menyatakan orang atau pelaku usaha yang melanggar ketentuan bepergian keluar Jakarta, maka diarahkan untuk kembali ke rumah atau tempat tinggalnya.

Lebih lanjut, Syafrin mengungkapkan, pihaknya akan mengerahkan 1.500 personel untuk mengawasi penindakan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap ketiga, termasuk mengawasi keluar masuk wilayah Jakarta.

“Untuk PSBB tetap sama. Kami kerahkan 1.500 orang setiap shift-nya pelaksanaan tugasnya tapi dalam tataran pelaksanaan pengawasan Pergub 47 Tahun 2020 tadi ini akan ada tambahan dari petugas Satpol PP itu di 12 titik yang menjadi lokasi pemantauan pelanggaran arus keluar masuk,” pungkas dia.

Sebagaimana diketahui, Pergub 47/2020 melarang orang keluar masuk wilayah DKI Jakarta kecuali bagi para Pimpinan Lembaga Tinggi Negara, Korps Perwakilan Negara Asing dan/atau Organisasi Internasional sesuai dengan hukum internasional, TNI, Polri, petugas jalan tol, petugas penanganan Covid-19, petugas ambulans, pemadam kebakaran, petugas mobil jenazah.

Kemudian, kendaraan angkutan barang yang tak membawa penumpang, pengemudi angkutan obat-obatan dan alat kesehatan, pasien yang membutuhkan pelayanan, serta orang yang memiliki tugas pekerjaan di 11 sektor yang diizinkan selama masa PSBB. Jika mereka hendak bepergian keluar masuk Jakarta, maka harus mengurus SIKM dan menunjukkan SIKM tersebut kepada petugas yang berjaga di perbatasan keluar masuk DKI Jakarta.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here