A health care worker (L) writes on a sample of a specimen bottle while a resident of Eastleigh waits in the queue to be tested during a mass testing exercise for the COVID-19 coronavirus in Nairobi on May 20, 2020. (Photo by SIMON MAINA / AFP)

BATOPAR.COM, JAKARTA – Sejumlah perusahaan dan individu di Afrika dituduh meraup keuntungan selama pandemi Covid-19, setelah muncul laporan adanya petugas kesehatan yang terinfeksi virus corona karena kurangnya alat pelindung yang memadai.

Sejumlah negara di Afrika telah menerima miliaran dolar AS dalam bentuk pinjaman segar dari Bank Dunia, Dana Moneter Internasional (IMF), dan negara-negara lain, termasuk dari Tiongkok. Mereka juga meminta keringanan utang dari Kelompok G-20 untuk membantu penanggulangan wabah.

Tetapi tuduhan korupsi marak. Hal itu bisa terendus dari harga tender terkait Covid-19 meningkat, makanan untuk rakyat miskin yang lenyap, dan dana yang dialokasikan untuk membayar alat pelindung diri (APD) serta persediaan medis lainnya yang ditilep.

Menurut laporan, kasus-kasus korupsi itu terjadi di sejumlah negara di Afrika seperti Republik Demokratik Kongo, Zimbabwe, Uganda, Afrika Selatan, dan Kenya.

Di Afrika Selatan, Presiden Cyril Ramaphosa telah membentuk komite menteri untuk menyelidiki dugaan korupsi terkait tender-tender pemerintah. Langkah itu ditempuh setelah adanya desakan dan unjuk rasa masyarakat. Saat ini setidaknya ada 36 kasus dugaan korupsi yang sedang diselidiki.

Juru Bicara Ramaphosa Khusela Diko dan pejabat kesehatan senior Provinsi Gauteng Bandile Masuku dicopot sementara sambil menunggu penyelidikan. Laporan mengatakan, suami Diko memenangkan kontrak untuk memasok APD ke Pemerintah Gauteng. Pasangan itu membantah melakukan kesalahan.

Ramaphosa mengatakan, beberapa perusahaan telah menaikkan harga APD hingga 900%.

“Upaya meraup untung dari bencana yang setiap hari merenggut nyawa masyarakat kita adalah aksi para pemulung,” kata Presiden.

Menurut dia, tindakan itu seperti sekawanan hyena yang sedang mengitari mangsanya yang terluka.

Pada Rabu, Menteri Kesehatan Afrika Selatan Zweli Mkhize mengatakan, dia sudah membentuk tim untuk mengusut laporan petugas kesehatan yang tertular virus corona karena pasokan APD yang tidak mencukupi atau di bawah standar.

Di seluruh Afrika Selatan, lebih dari 24.000 petugas kesehatan tertular virus dan 181 telah meninggal karena Covid-19. Negara ini adalah negara terparah kelima di dunia, dengan lebih dari 545.000 kasus dan lebih dari 9.900 angka kematian

Menkes Dipecat

Bulan lalu di Zimbabwe, President Emmerson Mnangagwa memecat Menteri Kesehatan Obadiah Moyo karena tuduhan korupsi.

Moyo didakwa melakukan tindakan yang tidak pantas karena memberikan kontrak senilai US$ 20 juta (Rp292,4 miliar) untuk peralatan pengujian virus corona dan APD kepada Drax Consult, sebuah perusahaan yang didirikan di Dubai hanya beberapa pekan sebelum proses tender dimulai.

Zimbabwe merupakan negara dengan sistem perawatan kesehatan paling buruk di benua Afrika. Negara itu bertahun-tahun mengalami kekacauan yang dipicu oleh Uni Eropa dan AS yang menjatuhkan sanksi kepada negara itu sebagai hukuman atas pelanggaran hak asasi manusia di bawah rezim Robert Mugabe.

Kasus korupsi juga mencuat di Republik Demokratik Kongo. Di negeri itu, seorang anggota kabinet diduga menerima suap saat memberikan kontrak alat tes virus corona dan peralatan medis lainnya.

Pada April, pihak berwenang di Uganda menangkap dan menuntut empat pejabat senior pemerintah atas tindakan mereka yang menggelembungkan dana bantuan makanan untuk disalurkan kepada rakyat miskin selama masa penguncian.

Sementara itu di Kenya, Senat telah memerintahkan diadakannya audit atas dana yang dihabiskan sejak krisis virus corona dimulai. Polisi di sana juga sedang menyelidiki pencurian peralatan yang disumbangkan, termasuk alat penguji Covid-19.

Organisasi antikorupsi Transparency International mengatakan, “kekhawatiran tentang penyalahgunaan dana, terutama dari lembaga donor internasional dan lembaga pembangunan, terus meningkat.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here