BATOPAR.COM, MAKASSAR – Prosesi pendaftaran Bakal Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal-Fadli Ananda (Dilan) ke Kantor KPU berlangsung menarik dan penuh unsur kearifan lokal. Pendaftaran pasangan doktor dan dokter ini diiringi budaya empat suku: Makassar-Bugis-Toraja-Mandar.

Dari pantauan awak media, Dilan didampingi tokoh dan pimpinan parpol pengusung dari PDI Perjuangan, Hanura dan PKB tiba di Kantor KPU sekira pukul 14.00 Wita. Deng Ical (Syamsu Rizal) dan Dokter Pade (Fadli Ananda) tampak mengenakan baju putih dan diiringi sejumlah pria dan wanita berpakaian adat.

Baca Juga: Program Macca ala Dilan: dari Beasiswa hingga Wifi Gratis Tiap RT

Menariknya, pakaian adat yang dikenakan oleh pengiring Dilan tidaklah seragam. Mereka memakai masing-masing pakaian adat Makassar, Bugis, Toraja dan Mandar. Alunan musik dari alat musik tradisional pun mengiringi langkah Dilan memasuki Kantor KPU Kota Makassar.

Ketua Tim Pemenangan Dilan, Yagkin Padjalangi menyampaikan apresiasi atas kesediaan tokoh dan pimpinan parpol pengusung beserta segenap pendukung yang mengantarkan Dilan mendaftar ke KPU. Soal budaya empat suku yang mengiringi prosesi pendaftaran, ia menyebut hal tersebut bentuk penegasan bahwa Dilan berkomitmen menjadi pemimpin untuk semua.

“Alhamdullilah, tahapan pendaftaran sudah kita lalui dengan sukses dan lancar. Tadi dalam prosesi pendaftaran, pria dan wanita pengiring Dilan memang menggunakan pakaian adat dari empat suku yakni Makassar, Bugis, Toraja dan Mandar. Itulah bentuk komitmen Dilan menjadi pemimpin untuk semua, bukan untuk satu suku atau kelompok tertentu,” ujar dia.

Baca Juga: Diusung Koalisi Pelangi, Dilan Yakin Menang di Pilwalkot Makassar 2020

Mantan legislator Sulsel Dapil Makassar ini mengimbuhkan Kota Makassar sangat plural, di mana banyak suku yang tinggal di ibu kota provinsi Sulsel tersebut. Olehnya itu dibutuhkan pemimpin yang bisa merangkul semua elemen, seluruh suku yang tinggal dan menetap di Kota Makassar.

Ketua PDI Perjuangan Makassar, A. Suhada Sappaile mengungkapkan Deng Ical dan Dokter Pade merupakan referensi Bugis, Makassar, Toraja dan Mandar.

“Ical itu orangnya baik dan dapat diterima semua orang. Sementara Dokter Pade, figur muda inovatif. Bahkan dia itu seperti anak saya, makanya saya pangil Pade’,” ucap legislator Makassar ini.

Baca Juga: Diiringi Prosesi 4 Etnis di Sulsel, Dilan Resmi Daftar ke KPU Makassar

“Mari kita kembalikan Kota Makassar ini ke tangan pemimpin yang paham dan dapat jadi representasi Bugis, Makassar, Toraja, dan Mandar,” katanya.

Pengurus PDI Perjuangan yang sempat hadir mengantar pasangan DILAN 2020, selain Yagkin Padjalangi, nampak pula putri almarhum H. A. Potji senior partai sekaligus pejuang partai H. A. Putri A. Potji, jajaran pengurus DPC PDI Perjuangan, nampak pula putra Gubernur Sul-Sel Muh. Fathul Fauzi Nurdin yang juga Ketua DPD BMI Sul-Sel, serta kader dan simpatisan PDI Perjuangan.