oleh

Penuntasan Kasus Jaksa Pinangki Diminta Libatkan KPK

BATOPAR.COM, JAKARTA – Komisi Kejaksaan (Komjak) berharap proses hukum kasus Jaksa Pinangki Sirna Malasari dapat berjalan cepat, adil dan transparan. Bila perlu, Kejaksaan Agung (Kejagung) juga dapat melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam mengusut tuntas kasus tersebut.

“Perlu dibuktikan ke publik bahwa Kejaksaan terbuka untuk melakukan koreksi dengan melibatkan KPK,” kata Ketua Komisi Kejaksaan, Barita Simanjuntak, di Jakarta, Kamis (13/8/2020).

Menurutnya, pelibatan KPK di dalam penuntasan kasus Jaksa Pinangki bisa memulihkan nama baik dan kepercayaan masyarakat terhadap Kejaksaan Agung. Terlebih, pasca kasus Jaksa Pinangki mencuat, institusi Kejaksaan cukup mendapat sorotan publik.

“Kita tentunya harus mendorong agar penyelesaian kasus ini tentunya juga dalam perspektif mengembalikan kepercayaan publik dan membersihkan institusi Kejaksaan,” ucap Barita.

Sebelumnya, tim penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejagung menetapkan jaksa Pinangki sebagai tersangka atas dugaan menerima suap terkait Djoko Tjandra. Tidak hanya ditetapkan sebagai tersangka, Jaksa Pinangki juga langsung ditahan.

Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Hari Setiyono, menjelaskan, penahanan Jaksa Pinangki adalah alasan subyektif penyidik Kejaksaan.

“Dikhawatirkan tersangka melarikan diri, mempengaruhi saksi-saksi, dan atau menghilangkan barang bukti sehingga dapat mempersulit pemeriksaan penyidikan,” kata Hari.

Selain itu, penyidik juga memutuskan menahan Pinangki karena ancaman pidananya lebih dari 5 tahun. Jaksa Pinangki diduga memiliki peran dalam pengajuan Peninjauan Kembali (PK) Djoko Tjandra ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan. Pinangki diduga akan ikut mengkondisikan dan mengatur upaya PK.

Selain itu Jaksa Pinangki juga melakukan pertemuan dengan terpidana Djoko Tjandra di Malaysia bersama-sama dengan pengacara Djoko Tjandra, Anita Kolopaking. Pertemuan itu diduga untuk keperluan koordinasi dan pengkondisian keberhasilan PK terpidana Djoko Tjandra yang dijanjikan hadiah atau pemberian sebanyak US$ 500.000.

Komentar

News Feed