BATOPAR.COM, JAKARTA – Perdanan Menteri Inggris, Boris Johnson, mengatakan vaksin virus corona (Covid-19) mungkin ‘tidak akan pernah ditemukan’. Meski demikian, Pemerintah Inggris berkomitmen untuk berada di garis depan dalam upaya internasional untuk pengembangan vaksin Covid-19.

Pernyataan itu, disampaikan Boris Johnson dalam pemaparan strategi baru Pemerintah Inggris untuk melonggarkan penguncian (lockdown) terkait pandemi Covid-19, di London, Inggris, Rabu (13/5/2020).

Menurut Boris Johnson, vaksin merupakan satu-satunya solusi jangka panjang yang layak untuk mengakhiri pandemi corona. Untuk itu, Pemerintah Inggris berupaya mendengar pemaparan para ahli mengenai pengembangan vaksin Covid-19, antara lain dari Universitas Oxford dan mendorong penelitian yang sedang dilakukan.

Baca Juga: AS Diam-Diam Investasi Penelitian Vaksin Covid-19 di Eropa

“Ini sama sekali tidak menjamin bahwa penelitian (vaksin Covd-19) akan berhasil. Saya percaya apa yang saya katakan benar karena bahkan setelah 18 tahun kita masih belum memiliki vaksin untuk Sars. Tapi yang bisa saya katakan adalah Pemerintah Inggris berada di garis depan dalam kegiatan internasional untuk uji coba pengembangan vaksin (Covid-19, Red),” ujar Boris Johnson.

Terkait dengan itu, Pemerintah Inggris menguncurkan dana yang cukup besar untuk penelitian dan upaya menemukan vaksin Covid-19, meskipun tak ada jaminan bahwa pada akhirnya vaksin Coid-19 dapat ditemukan.

Menteri Kesehatan Inggris, Matt Hancock, mengatakan pemerintah akan mengucurkan dana sebesar 42,5 juta pounsterling atau sekitar Rp772,652 miliar untuk penelitian vaksin Covid-19. Dana tersebut akan diberikan sebesar 20 juta pounsterling atau Rp 363,601 miliar untuk proyek vaksin di Universitas Oxford, dan 22,5 juta poundsterling atau Rp 409,051 miliar untuk uji klinis prototipe lain di Imperial College London.

“Kami ingin warga Inggris mendapat manfaat pertama dari vaksin apa pun yang mereka biayai melalui pajak mereka,” kata Matt Hancock.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here