BATOPAR.COM, AMERIKA SERIKAT – Dokter Presiden Donald Trump dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan atas perintah presiden Selasa (1/9/2020) mengatakan bahwa Trump tidak mengalami stroke, gejala ringan stroke atau keadaan darurat terkait jantung.

Pernyataan itu muncul beberapa jam setelah Trump mengklaim di Twitter bahwa orang yang tidak disebutkan namanya mengatakan bahwa Presiden dilarikan ke Pusat Medis Walter Reed, setelah menderita serangkaian stroke ringan. “Tidak pernah terjadi pada kandidat Ini- Berita Palsu,” tulis Trump dalam tweet-nya.

Tweet Trump tak lama setelah FoxNews.commenerbitkan artikel yang membahas bahwa Joe Lockhart mantan sekretaris pers Gedung Putih di bawah Presiden Bill Clinton, pada Senin mencuit, “Apakah @realDonaldTrump memiliki penyakit stroke yang disembunyikan dari publik Amerika?”

Presiden adalah pengamat setia Fox News.

Koresponden Gedung Putih NBC News, Peter Alexander, Selasa melaporkan bahwa Trump menanggapi tweet Lockhart.

Dokter Kepresidenan Dr. Sean Conley mengatakan bahwa Trump telah meminta dirinya agar menanggapi komentar publik tentang kondisi kesehatan presiden.

“Saya dapat mengonfirmasi bahwa Presiden Trump tidak mengalami atau gejala cerebrovaskular (stroke), serangan iskemik transien (stroke ringan), atau keadaan darurat kardiovaskular akut apa pun, seperti yang dilaporkan di media,” kata Conley.

“Presiden tetap sehat dan saya tidak khawatir kemampuannya untuk melakukan jadwal padat ke depan,” kata Conley.

“Seperti tertuang dalam laporan saya yang terakhir, saya berharap dia tetap fit untuk menjalankan tugas Kepresidenan,” imbuhnya

Gedung Putih tidak menanggapi CNBC ketika ditanya soal kemungkinan Trump menderita stroke, stroke ringan, atau serangan jantung.

Tetapi dalam beberapa hari terakhir, ada spekulasi di Twitter, seperti yang diungkapkan Lockhart bahwa presiden kemungkinan mengalami stroke saat ke Pusat Medis Militer Nasional Walter Reed November lalu. Kunjungan itu sebelumnya tidak diumumkan sebagai jadwal resmi.

Gedung Putih pada saat itu mengklaim bahwa Trump pergi ke rumah sakit untuk tes medis sebagai bagian pemeriksaan fisik rutin tahunan.

Setelah Lockhart memposting tweet-nya yang berspekulasi apakah Trump mengalami stroke, Dr. Ronny Jackson, mantan dokter Gedung Putih untuk Trump, membalasnya dengan mengatakan cuit Lockhart sebagai serangan.

“Jackson, yang mencalonkan diri di Kongres mewakili distrik Texas, kemudian menghapus balasan itu,” kata Lockhart.

Menurut Lockhart kepada CNBC, Jackson pada dasarnya mengatakan bahwa ini semua adalah berita palsu dan dia dapat membuktikan bahwa Presiden dalam keadaan sehat. “Tidak yakin bagaimana dia bisa melakukan itu karena dia bukan dokter pada saat kunjungan Walter Reed,” tegas Lockhart.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here