
FLORES, BATOPAR.COM– RSUD Borong di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), kini resmi naik status dari rumah sakit kelas D menjadi rumah sakit tipe C dengan kompetensi layanan madya setelah mendapatkan bantuan pembangunan dan fasilitas dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
Peningkatan status tersebut ditandai dengan rampungnya pembangunan gedung dan fasilitas kesehatan modern melalui program PHTC atau Quick Wins Presiden Tahun 2025 yang dibiayai APBN.
Direktur RSUD Borong, dr. Kresensia Nensy, mengatakan peningkatan fasilitas itu membawa perubahan besar terhadap pelayanan kesehatan masyarakat di Manggarai Timur.
“Sebagai Direktur mewakili seluruh staf RSUD Borong, kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas perhatian pemerintah bagi masyarakat Manggarai Timur, terutama di sektor kesehatan,” ujarnya, Senin (18/5/2026).
Menurut dia, peningkatan rumah sakit tidak hanya pada pembangunan fisik, tetapi juga penambahan alat kesehatan modern, layanan spesialistik, serta penguatan sumber daya manusia tenaga kesehatan.
Kapasitas tempat tidur RSUD Borong kini meningkat dari sebelumnya 93 tempat tidur menjadi 150 tempat tidur.
Selain itu, rumah sakit tersebut kini mulai melengkapi layanan kesehatan prioritas seperti kanker, jantung, stroke, uronefrologi, serta kesehatan ibu dan anak.
Saat ini, RSUD Borong telah memiliki sejumlah dokter spesialis, di antaranya spesialis kebidanan dan kandungan, anak, penyakit dalam, bedah, anestesi dan terapi intensif, neurologi, THT bedah kepala-leher, radiologi, patologi klinik, hingga patologi anatomi.
Pihak rumah sakit juga terus melakukan rekrutmen dan pelatihan tenaga kesehatan guna meningkatkan kualitas pelayanan medis kepada masyarakat.
dr. Kresensia mengatakan, keberadaan rumah sakit tipe C tersebut diharapkan mampu mengurangi jumlah pasien rujukan ke rumah sakit lain di luar daerah.
“Harapannya masyarakat Manggarai Timur menjadikan RSUD Borong sebagai pilihan utama ketika membutuhkan pelayanan kesehatan karena fasilitasnya semakin lengkap, nyaman, dan didukung tenaga kesehatan yang kompeten,” katanya.
Dia juga menyebut pembangunan RSUD Borong menjadi bukti perhatian pemerintah pusat terhadap pemerataan layanan kesehatan di wilayah timur Indonesia.
“Beliau menyampaikan masyarakat Manggarai Timur memiliki hak yang sama seperti masyarakat di Jawa untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak dan modern,” ujarnya.
RSUD Borong sendiri mengusung moto “SENYUM”, yakni Sigap, Empati, Nyaman, Unggul, dan Memuaskan.
Di akhir keterangannya, dr. Kresensia mengajak masyarakat menjaga fasilitas rumah sakit agar tetap bersih dan nyaman karena dibangun menggunakan uang negara untuk kepentingan bersama.
“RSUD Borong yang megah ini dibangun dari uang rakyat untuk digunakan bersama. Karena itu mari kita jaga bersama seperti rumah kita sendiri,” katanya.
