Batopar.com,- Pasca Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Melanie Soebono dari rumah harapan Melanie di Lembata memberikan sejumlah bantuan kepada sebagian masyarakat terdampak di Flores pada Minggu 16 Agustus 2026.
Bantuan tersebut berupa uang yang kemudian membeli sembako untuk disalurkan kepada warga yang terdampak berupa Beras, Mie, Telur hingga terpal untuk tenda pengungsian.
Bantuan tersebut disalurkan oleh Alfian Rayabelen asal kabupaten Lembata. Alfian mempercayai sejumlah jurnalis di masing-masing kabupaten untuk membagi bantuan tersebut kepada masyarakat terdampak.
“Saya memberikan informasi darurat kepada kakak Melanie Subono (perwakilan rumah harapan) seorang aktris, aktivis dan musisi agar dapat membantu saudara kita di Flores yang terdampak bencana,” ungkap Alfian kepada media ini pada Minggu 16 Agustus 2026 melalui pesan whatsApp.
Bantuan ini, lanjut dia, bersifat urgent untuk ditalangi hari ini, untuk kebutuhan dasar warga masyarakat.
“Bantuan langsung di transfer kakak Melanie Subono melalui rekening saudara Alfian Rayabelen lalu dari Alfian Rayabelen membagikan ke perwakilan masing masing di daerah,” ujarnya.
Alfian Rayabelen melanjutkan bahwa pihaknya merekrut seluruh perwakilan daerah masing masing terdampak adalah jurnalis. Dimana, bagi dia jurnalis adalah orang yang tepat memperoleh data yang akurat dan dapat memperoleh informasi bagi yang berada di wilayah luar Flores.
“Bantuan tersebut akan dibelanjakan di daerah masing masing untuk dibagikan,” kata dia.
Warga terdampak di Desa Lenda, Kecamatan Cibal Barat, Kabupaten Manggarai yang menerima bantuan sembako dari Melani Subono menyampaikan trimakasih atas bantuan tersebut.
” Terima kasih atas bantuan yang diberikan, ini sangat bermanfaat bagi kami di tengah situasi seperti ini. Karena rumah kami sudah rata tanah, kami tidak tahu harus bagaimana lagi” ujar Maria Yuliana, Warga Desa Lenda.
Untuk diketahui, Gempa yang berkekuatan 7,7M yang berpusat di sekitar Mbay, Kabupaten Nagekeo, tersebut memicu peringatan dini tsunami di sejumlah wilayah.
Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 04.58 WIB atau 05.58 Wita. Episentrum gempa berada di koordinat 8,35 derajat lintang selatan (LS) dan 121,37 derajat bujur timur (BT), sekitar 36 kilometer timur laut Mbay, Nagekeo, dengan kedalaman 10 kilometer.

