BATOPAR.COM, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas untuk memantau perkembangan penanganan gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (7/9/2026). Rapat digelar dari Istana Merdeka, Jakarta, melalui konferensi video bersama jajaran terkait di lapangan.
Kepala BNPB Suharyanto melaporkan, penanganan tanggap darurat hingga hari ke-23 atau ke-24 pascabencana berjalan lancar. Tidak ada tambahan korban jiwa akibat gempa susulan.
“Kesimpulannya Bapak Presiden, menurut kami BNPB hingga hari ke-24 atau ke-23 pascabencana, ini kegiatan tanggap darurat berjalan lancar,” kata Suharyanto.
Distribusi bantuan logistik juga berjalan tanpa kendala berarti. Kebutuhan masyarakat dipantau secara berjenjang mulai dari RT, RW, desa hingga kecamatan dan disalurkan melalui posko-posko logistik.
Sementara itu, kebutuhan dasar seperti listrik, komunikasi, BBM, air bersih, akses jalan, kesehatan, dan pendidikan secara umum mulai kembali fungsional. Warga yang rumahnya mengalami kerusakan ringan dan sedang juga berangsur kembali ke kediaman masing-masing.
Aktivitas masyarakat turut mulai pulih. Pasar kembali ramai, kegiatan keagamaan, pernikahan, hingga aktivitas sosial masyarakat mulai berlangsung seperti biasa.
Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena mengatakan, pemerintah daerah bersama BNPB, Forkopimda, TNI-Polri, serta kementerian dan lembaga terus memperkuat penanganan di lapangan. Di sektor kesehatan, tiga rumah sakit yang rusak telah mendapat dukungan rumah sakit lapangan dari Kementerian Kesehatan.
Pemulihan sektor pendidikan juga mulai berjalan. Kegiatan belajar-mengajar dilakukan secara terbatas, terutama bagi siswa kelas akhir. Namun, pemerintah daerah masih membutuhkan tambahan tenda dan fasilitas pendukung untuk ruang belajar sementara di tingkat SD, SMP, dan SMA.
Di sektor ekonomi, Pemprov NTT berkoordinasi dengan Bank Indonesia, OJK, dan pemangku kepentingan lainnya untuk menyiapkan langkah pemulihan ekonomi Flores. Pemerintah daerah juga mengusulkan relaksasi kredit bagi masyarakat terdampak yang belum mampu memenuhi kewajiban kepada perbankan maupun lembaga keuangan non bank.
“Kalau ini bisa menjadi kebijakan bersama mudah-mudahan bisa membantu masyarakat Flores bisa keluar lebih cepat dari situasi ini,” ujar Laka Lena.
Laka Lena juga meminta dukungan bagi relawan berupa vitamin dan trauma healing, serta penguatan sarana transportasi, termasuk pesawat dan kapal, untuk mempercepat mobilisasi dalam situasi bencana.
BNPB menyebut Pemprov NTT mulai mempersiapkan berakhirnya masa tanggap darurat dan memasuki fase rehabilitasi serta rekonstruksi. Pemerintah memastikan proses pemulihan tetap dikawal, terutama terhadap kebutuhan masyarakat dan fasilitas publik yang masih terdampak.
Pemulihan Flores akan terus dilakukan secara terpadu, mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar hingga pemulihan ekonomi, agar masyarakat terdampak dapat segera bangkit dan kembali menjalani kehidupan secara normal.

