Pengurus POBSI Papua Barat Akan dilantik, Lamek Dowansiba Ungkap Akan Dorong Anak Papua Jadi Atlet Bilyard

BATOPAR.COM, PAPUA BARAT, – Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Papua Barat merencanakan pelantikan pada Sabtu 24 Oktober 2026 di Manokwari, Papua Barat.

Pelantikan tersebut bakal dihadiri langsung oleh Sekjen PB POBSI Achmad Fadil Nasution yang dijadwalkan tiba di Manokwari pada hari yang sama.

Ketua Pengprov POBSI Papua Barat, Lamek Dowansiba menerangkan pelantikan baru dijadwalkan pada bulan Oktober karena padatnya aktivitas pengurus pusat dan agenda di daerah sehingga baru dilaksanakan pelantikannya.

Dijelaskan selama ini olahraga Bilyard belum didorong menjadi salah satu cabang olahraga unggulan karena minimnya atlet – atlet bilyard lokal di Papua Barat. “Beberapa Tahun, PON berturut – turut kita masih gunakan atlet dari luar Papua Barat sehingga melalui momentum ini akan kita dorong agar banyak atlet – atlet lokal yang akan bertanding dalam iven – iven nasional baik Kajurda, Kajurnas hingga Pra PON dan PON.

Ia menargetkan dalam PON XXII 2028 di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama Nusa Tenggara Timur (NTT) dan DKI Jakarta, Papua Barat akan mainkan atlet – atlet lokal. “Kita harapkan PON 2028, banyak atlet – atlet lokal yang akan tampil dalam iven tersebut. Kita dorong agar banyak anak – anak Muda Papua yang bisa menjadi atlet – atlet Bilyard,” Kata Lamek saat diwawancarai, Rabu (12/10/2026).

Ia menegaskan saat ini, Pengurus Bilyard sedang mempersiapkan atlet – atlet mudah dengan kegiatan Fridey Pool. Sebuah pertandingan yang dilaksanakan setiap hari jumaat secara gratis selama 2 Jam di tempat Bilyard untuk melatih, membina dan mengorbitkan atlet – atlet Bilyard di Papua Barat. “Target kita, pada PON 2028, ada anak – anak Papua yang tampil di PON dan bisa harumkan nama Papua Barat di inven nasional tersebut. Minimal pulang bawa emas,” harapnya.

Tak hanya berfokus pada prestasi olahraga, Lamek menerangkan bahwa biliar merupakan salah satu cabor yang sangat digandrungi kalangan muda di Manokwari, Bintuni dan Papua Barat pada umumnya. Cabang olahraga ini dinilai memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan jika dikelola secara profesional dan berkesinambungan.

“Di Manokwari saja ada sekitar 16 tempat usaha biliar. Ini potensi besar. Jika dikelola dengan baik, bukan hanya memberikan dampak ekonomi bagi pemilik usaha, tetapi juga membuka lapangan kerja. Banyak tenaga kerja atau pelayan yang terserap dan mendapatkan penghasilan dari bisnis ini,” jelas Lamek.

Menanggapi stigma negatif yang kerap melekat pada permainan biliar, Lamek menegaskan bahwa setiap olahraga memiliki sisi positif dan negatif, tergantung dari sudut pandang dan tujuannya.

“Kalau digunakan untuk hal negatif, pasti dampaknya negatif. Tapi kalau difokuskan pada hal positif, hasilnya tentu positif. Tergantung para peminatnya,” tuturnya.

Ia menambahkan, biliar bukanlah olahraga yang identik dengan hal-hal negatif, melainkan sarana untuk mengasah inteligensi, melatih ketenangan, kesabaran, serta insting dan strategi berpikir.

“Sebagai Ketua POBSI Papua Barat, saya berharap biliar dijadikan sebagai ajang olahraga murni. Olahraga ini menuntut taktik, ketenangan, kesabaran, dan analisis strategi agar bola bisa masuk. Ini sangat baik untuk melatih fokus otak,” tandas Lamek.

Mungkin Anda Menyukai