Putra Nababan: Keberagaman Jakarta Timur Jadi Kekuatan, Bukan Sumber Perpecahan

BATOPAR.COM, JAKARTA – Anggota MPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Putra Nababan, menegaskan Pancasila memiliki peran penting sebagai perekat di tengah keberagaman masyarakat Jakarta Timur yang terdiri atas berbagai suku, agama, budaya, serta latar belakang sosial dan ekonomi.

Hal tersebut disampaikan Putra Nababan dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bersama masyarakat Jakarta Timur, Minggu (13/9/2026). 

Menurutnya, keberagaman yang ada harus dipandang sebagai kekuatan sekaligus modal sosial untuk membangun kehidupan masyarakat yang rukun dan saling menghormati.

“Pancasila harus hadir dalam kehidupan sehari-hari. Menghormati tetangga yang berbeda agama, tidak membeda-bedakan seseorang karena suku maupun kondisi ekonominya, bergotong royong, serta menyelesaikan persoalan melalui musyawarah adalah bentuk nyata pengamalan Pancasila,” ujar Putra Nababan.

Ia mengatakan kehidupan masyarakat perkotaan seperti Jakarta Timur memiliki tantangan tersendiri. 

Putra mencontohkan mobilitas yang tinggi, kesenjangan sosial, derasnya arus informasi di media sosial hingga potensi munculnya prasangka akibat perbedaan harus dihadapi dengan memperkuat komunikasi dan interaksi antarwarga.

Untuk itu, Putra mendorong agar ruang-ruang perjumpaan masyarakat terus diperkuat mulai dari tingkat RT, RW hingga kelurahan. Kegiatan seperti kerja bakti, kegiatan sosial, olahraga, kebudayaan, forum warga, serta aktivitas kepemudaan dapat menjadi sarana untuk menumbuhkan kembali semangat gotong royong.

Menurutnya, semakin sering masyarakat dari berbagai latar belakang bertemu dan bekerja bersama, semakin kuat pula rasa saling memahami dan persaudaraan di antara mereka.

Lebih lanjut, Putra menekankan upaya menjaga persatuan tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah. Diperlukan keterlibatan tokoh masyarakat, tokoh agama, sekolah, organisasi kepemudaan, RT/RW, keluarga, serta seluruh elemen masyarakat.

Ia berharap Sosialisasi Empat Pilar MPR RI tidak berhenti pada pemahaman teoritis, tetapi mampu mendorong masyarakat menerapkan nilai Pancasila dalam menghadapi persoalan nyata di lingkungannya.

“Keberagaman Jakarta Timur tidak perlu diseragamkan. Justru perbedaan itu harus kita rawat dan kita persatukan. Pancasila adalah rumah bersama yang memungkinkan kita tetap berbeda tetapi tetap bersaudara sebagai sesama anak bangsa,” tegas Putra.

Menurut Putra, keberhasilan membumikan Pancasila pada akhirnya tidak hanya diukur dari kemampuan masyarakat menghafalkan lima sila, melainkan dari bagaimana nilai tersebut tercermin dalam hubungan antarwarga.

“Dengan semangat gotong royong, toleransi, musyawarah, dan keadilan sosial, keberagaman masyarakat Jakarta Timur dapat menjadi kekuatan untuk menciptakan lingkungan yang semakin rukun, aman, dan solid,” tandasnya.

Mungkin Anda Menyukai