BATOPAR.COM, JAKARTA — Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP PDI Perjuangan Bidang Kerakyatan, Sri Rahayu, mengajak generasi muda untuk memaknai Hari Sumpah Pemuda dengan meningkatkan keterlibatan aktif dalam pembangunan bangsa dan negara. Menurutnya, Sumpah Pemuda bukan sekadar peringatan seremonial, melainkan momentum untuk menumbuhkan kesadaran akan tanggung jawab pemuda sebagai generasi penerus bangsa.
Sri Rahayu menegaskan, generasi muda memiliki peran penting dalam menentukan masa depan Indonesia. Oleh karena itu, semangat Sumpah Pemuda perlu diwujudkan melalui kontribusi nyata sesuai dengan kemampuan, perkembangan zaman, serta kemajuan teknologi.
“Maknanya tidak hanya sekadar hura-hura, tetapi memaknai bagaimana peran anak muda sekarang ini di masa-masa yang akan datang yang merupakan generasi penerus bangsa,” ujar Sri Rahayu saat diwawancarai mengenai makna Sumpah Pemuda bagi generasi muda.
Ia menilai, peringatan Sumpah Pemuda harus menjadi sarana untuk mendorong anak muda agar tidak hanya memahami sejarah perjuangan bangsa, tetapi juga mengambil bagian dalam proses pembangunan. Keterlibatan tersebut dapat dilakukan melalui berbagai cara yang sesuai dengan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat.
Menurut Sri Rahayu, nilai-nilai Sumpah Pemuda tetap relevan bagi generasi muda saat ini. Perubahan zaman dan perkembangan teknologi tidak mengurangi pentingnya semangat persatuan serta partisipasi pemuda dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Sangat relevan. Hari Sumpah Pemuda itu tidak hanya sekadar saja, tetapi bagaimana menyemangati anak-anak muda untuk tetap berpikir dan ikut terlibat aktif dalam pembangunan negara,” katanya.
Ia menambahkan, strategi untuk melibatkan generasi muda dalam pembangunan dapat disesuaikan dengan perkembangan teknologi dan kondisi pada setiap generasi. Namun, tujuan utamanya tetap sama, yakni mendorong pemuda untuk berkontribusi bagi kemajuan Indonesia.
Dalam pesannya, Sri Rahayu juga mengingatkan pentingnya memahami tiga ikrar utama Sumpah Pemuda, yaitu bertumpah darah satu, berbangsa satu, dan menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.
Menurutnya, pemahaman terhadap ketiga ikrar tersebut perlu diwujudkan dalam sikap dan tindakan sehari-hari. Indonesia sebagai negara yang memiliki beragam suku, bahasa daerah, dan latar belakang budaya membutuhkan generasi muda yang mampu menjaga persatuan di tengah keberagaman.
“Indonesia ini bangsa yang besar, bangsa yang berbagai macam suku bangsa, kemudian bahasanya juga banyak. Oleh karena itu, bagaimana anak muda ini mengerti betul tentang tiga makna itu dan apa yang harus dilakukan,” tuturnya.
Sri Rahayu menekankan bahwa generasi muda perlu menjunjung tinggi tanah air Indonesia sekaligus menghargai keberagaman bahasa dan budaya daerah. Penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan juga menjadi salah satu wujud pengamalan nilai-nilai Sumpah Pemuda.
Ia berharap, momentum peringatan Sumpah Pemuda dapat mendorong anak muda untuk semakin memahami sejarah, memperkuat rasa persatuan, serta mengambil peran nyata dalam pembangunan bangsa.
Dengan demikian, semangat Sumpah Pemuda tidak berhenti sebagai peringatan tahunan, tetapi terus hidup melalui tindakan dan kontribusi generasi muda bagi masa depan Indonesia.

