Panggil Mendikdasmen, Presiden Prabowo Genjot Perbaikan 71 Ribu Sekolah, Serap Hingga 1,1 Juta Tenaga Kerja

BATOPAR.COM, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (11/6/2026). Pertemuan tersebut membahas percepatan pelaksanaan program prioritas pemerintah di bidang pendidikan, khususnya revitalisasi sekolah dan pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi.

Dalam pertemuan itu, Abdul Mu’ti melaporkan bahwa program revitalisasi sekolah tahun 2025 telah terealisasi 100 persen dengan menjangkau 16.167 satuan pendidikan di seluruh Indonesia. Untuk tahun 2026, pemerintah telah menyiapkan anggaran Rp14 triliun yang disetujui DPR untuk merevitalisasi 11.744 sekolah, ditambah program revitalisasi 60.000 sekolah lainnya. Dengan demikian, total 71.744 satuan pendidikan dari jenjang TK hingga SMA/SMK akan direvitalisasi tahun ini.

Menurut Abdul Mu’ti, program tersebut tidak hanya meningkatkan kualitas pendidikan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Melalui mekanisme swakelola oleh masing-masing satuan pendidikan, revitalisasi sekolah diperkirakan mampu menyerap sekitar 1,1 juta tenaga kerja di berbagai daerah selama tiga hingga delapan bulan pelaksanaan.

“Program revitalisasi ini bukan hanya meningkatkan mutu pendidikan, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi daerah dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat,” ujar Abdul Mu’ti.

Ia menambahkan, program revitalisasi sekolah mendapat sambutan positif, terutama dari masyarakat di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Banyak sekolah yang selama puluhan tahun belum mendapatkan perbaikan kini dapat menikmati fasilitas pendidikan yang lebih layak.

Selain revitalisasi sekolah, Abdul Mu’ti juga melaporkan perkembangan program Sekolah Nasional Terintegrasi yang menjadi bagian dari upaya pemerintah membangun ekosistem pendidikan unggul. Program tersebut dirancang sebagai sekolah unggulan nonasrama dengan standar pendidikan yang terintegrasi dan berkualitas.

Pada tahun 2026, pemerintah menargetkan pembangunan 100 Sekolah Nasional Terintegrasi. Sejumlah lokasi telah diseleksi dan tahap awal pelaksanaan akan dimulai di beberapa balai milik Kemendikdasmen, satu lokasi di Ibu Kota Nusantara (IKN), serta sejumlah sekolah baru di daerah yang telah ditetapkan.

Melalui percepatan revitalisasi lebih dari 71 ribu sekolah dan pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi, Presiden Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat kualitas pendidikan nasional. Pemerintah memastikan setiap anak Indonesia, baik di perkotaan maupun daerah terpencil, memperoleh kesempatan belajar yang setara di lingkungan pendidikan yang layak, modern, dan berkualitas.

Mungkin Anda Menyukai