Dari Gunung Padang, Soegiarto Santoso Gaungkan Keselarasan Langkah Nusantara

BATOPAR.COM, CIANJUR — Ketua Pimpinan Nasional (PIMNAS) Generasi Kebangkitan Nusantara (GKN), Soegiarto Santoso, S.E., bersama jajaran GKN mengawal Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), Gede Pasek Suardika, hingga ke puncak Situs Purba Gunung Padang, Cianjur, Jawa Barat, dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-5 PKN. Momentum ini menjadi refleksi pentingnya soliditas organisasi, kebersamaan, dan keselarasan langkah dalam membangun kebangkitan Nusantara.

Soegiarto memaknai perjalanan menuju puncak Gunung Padang sebagai gambaran perjuangan yang membutuhkan keteguhan, kesabaran, serta komitmen bersama. Menurutnya, tujuan besar tidak cukup dicapai melalui semangat individual, tetapi membutuhkan fondasi yang kuat dan dukungan seluruh elemen organisasi.

“Perjalanan ke puncak Gunung Padang bukan sekadar perjalanan fisik. Kita tidak bisa hanya berbicara tentang tujuan akhir, tetapi juga harus menghargai setiap proses, setiap tahapan, dan setiap orang yang berjalan bersama kita,” ujar Soegiarto.

Ia menegaskan, soliditas organisasi tidak cukup ditunjukkan melalui kehadiran dalam sebuah kegiatan. Soliditas harus diwujudkan dalam kemampuan menjaga kepercayaan, saling mendukung, dan menyelaraskan langkah untuk mencapai tujuan bersama.

“Dalam sebuah perjalanan, ada yang berada di depan untuk memimpin arah, tetapi perjalanan itu tetap membutuhkan orang-orang yang berjalan bersama. Yang penting adalah menjaga keselarasan langkah, saling menghormati peran, dan tidak melupakan tujuan,” tegasnya.

Dalam sambutan HUT ke-5 PKN, Gede Pasek Suardika menegaskan komitmen partainya untuk kembali berpartisipasi dalam Pemilu 2029. Ia mengajak seluruh jajaran memperkuat persiapan, menjaga optimisme, dan membangun semangat gotong royong menghadapi tantangan politik mendatang.

“Dulu saja, dengan persiapan mendadak, kita bisa ikut pemilu. Saya kira hari ini persiapan lebih panjang, kita sangat yakin kita juga akan lolos,” ujar Gede Pasek.

Ia menekankan pentingnya menjaga pola pikir positif dan keyakinan dalam menjalankan agenda organisasi.

“Kita semua harus berpikir positif, berpikir tenang, dan berpikir berhasil. Berhasil, berhasil, dan berhasil,” tegasnya.

Pesan tersebut menempatkan optimisme sebagai modal untuk menghadapi Pemilu 2029, yang perlu disertai konsolidasi dan kesiapan organisasi secara nyata.

Soegiarto menilai, pemilihan Gunung Padang sebagai lokasi peringatan HUT ke-5 PKN memberikan ruang refleksi tentang pentingnya merawat sejarah dan kearifan Nusantara sebagai pijakan membangun masa depan.

Menurutnya, menghormati warisan sejarah bukan berarti terpaku pada masa lalu, melainkan menjadikannya inspirasi untuk memperkuat identitas dan kesinambungan perjuangan antargenerasi.

“Jangan sampai kita memiliki cita-cita yang tinggi, tetapi melupakan pijakan. Sebaliknya, jangan pula kita terlalu terpaku pada masa lalu hingga tidak berani melangkah ke depan. Kita harus mampu merawat sejarah sekaligus menyiapkan masa depan,” ungkapnya.

Ia berharap momentum HUT ke-5 PKN dapat memperkuat komitmen seluruh elemen untuk membangun kebersamaan dan menerjemahkan semangat kebangkitan Nusantara menjadi kerja nyata.

“Jangan hanya bertanya seberapa tinggi puncak yang ingin kita capai. Kita juga harus bertanya seberapa kuat fondasi yang kita bangun dan seberapa solid kita berjalan bersama,” pungkas Soegiarto.

Peringatan HUT ke-5 PKN di Gunung Padang pun menjadi momentum untuk mempertemukan semangat kebudayaan, soliditas organisasi, dan kesiapan menghadapi masa depan. Pesan Soegiarto menegaskan bahwa kebangkitan Nusantara membutuhkan keselarasan langkah, komitmen berkelanjutan, dan tanggung jawab bersama.

Dirgahayu ke-5 Partai Kebangkitan Nusantara, Merawat sejarah, menyelaraskan langkah, dan mengabdi untuk Nusantara.

Mungkin Anda Menyukai