65 Orang Ditangkap Jelang Demo 27 Agustus, Polisi: Terafiliasi Anarko, Bawa Bahan Molotov dan Airsoft Gun

BATOPAR.COM, JAKARTA – Sebanyak 65 orang diamankan polisi jelang aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis, 27 Agustus 2027. Dari jumlah tersebut, 63 orang ditangani Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya dan dua lainnya diamankan Direktorat Reserse Siber (Ditressiber).

Dari 63 orang yang ditangani Ditreskrimum, polisi membaginya dalam dua kelompok, yakni 10 orang yang disebut masuk klaster pembiayaan dan 53 lainnya sebagai klaster pelaksana. Mereka diduga melakukan konsolidasi secara bertahap dengan menyebarkan narasi melalui media sosial dan aplikasi komunikasi digital. Polisi juga menyebut keterkaitan mereka dengan kelompok anarko dan menemukan penyebaran flyer atau poster provokatif.

Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin mengatakan, proses pemeriksaan masih berlangsung dengan menelusuri komunikasi, transaksi keuangan, hingga bukti lain yang ditemukan. Menurutnya, pengumpulan dana dan penyebaran informasi dilakukan untuk memperluas mobilisasi massa dalam aksi. “Para pelaku mulai menggulirkan isu kepada publik dalam bentuk pelaksanaan penyebaran flyer-flyer provokatif, dan mengundang elemen-elemen lain untuk melakukan amplifikasi,” kata Iman dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta.

Dalam pengamanan tersebut, polisi menyita sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan potensi kericuhan. Barang bukti yang diamankan meliputi 39 senjata tajam, dua airsoft gun, satu tabung gas dan 25 gram gotri untuk airsoft gun, tiga stik golf, tujuh jeriken bensin, serta 201 botol kaca lengkap dengan sumbu. Polisi juga menemukan 11 tas ransel yang diduga akan digunakan untuk membawa bom molotov, empat banner, satu toa, satu pilok, empat strip Tramadol, dan empat strip Diazepam.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menyebut pengamanan tersebut merupakan bagian dari preventive strike dan preventive education untuk menjaga keamanan peserta aksi maupun masyarakat lainnya. Sebanyak 4.274 personel dikerahkan dengan pendekatan komunikasi, dialog, persuasif, dan humanis selama pengamanan demonstrasi. “Polri memberikan pelayanan kepada masyarakat yang menyampaikan aspirasi sekaligus memastikan aktivitas publik tetap berjalan aman dan nyaman,” ujar Budi.

Mungkin Anda Menyukai