BATOPAR.COM, PAPUA BARAT – Pengurus Provinsi Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Papua Barat menggelar Open Turnamen Biliar dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2026.
Turnamen ini menjadi ajang pembinaan sekaligus penjaringan atlet potensial untuk dipersiapkan menghadapi Pra-PON dan PON mendatang.
Turnamen yang berlangsung di Basecamp Rumah Biliar Aro-M Marina, Manokwari, pada 27 Oktober hingga 1 November 2026 tersebut diikuti 128 peserta dari sejumlah daerah, yakni Manokwari, Teluk Bintuni, Manokwari Selatan, dan Sorong.
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) KONI Papua Barat, Yohanes Hay, menyampaikan apresiasi kepada pengurus POBSI Papua Barat yang terus menggelar kegiatan olahraga setelah pelantikan kepengurusan pada 24 Oktober 2026.
“Kami dari KONI Papua Barat memberikan apresiasi dan dukungan kepada POBSI Papua Barat yang sudah menggelar berbagai event dalam rangka pembinaan atlet biliar di Papua Barat,” kata Yohanes Hay saat menghadiri pembukaan turnamen, Selasa (27/10/2026).
Menurutnya, turnamen seperti ini menjadi kesempatan untuk melihat potensi atlet daerah yang dapat direkrut dan dibina secara berkelanjutan guna menghadapi kompetisi tingkat nasional.
“KONI sendiri akan memantau langsung di lapangan untuk melihat potensi atlet yang nantinya direkrut untuk dibina lebih lanjut menuju Pra-PON,” ujarnya.
Yohanes menjelaskan, meskipun pengurus KONI Papua Barat belum dilantik, struktur kepengurusan telah diajukan kepada KONI Pusat untuk proses pelantikan.
Di sisi lain, KONI Papua Barat mulai menyusun Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) setiap cabang olahraga (cabor) untuk diajukan kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat melalui APBD Induk 2027. Langkah ini diharapkan dapat mendukung kebutuhan peralatan dan persiapan atlet menghadapi babak kualifikasi yang dijadwalkan berlangsung pada 2027.
“Menuju Pra-PON mendatang, kami sudah rapat dengan pengurus cabor untuk membentuk tim talent scouting agar bisa melihat atlet-atlet berbakat yang dipersiapkan menuju Pra-PON. Kami juga menyarankan setiap cabor menggelar berbagai kegiatan untuk membina atletnya,” jelasnya.
Ketua Pengprov POBSI Papua Barat, Lamek Dowansiba, mengatakan turnamen tersebut digelar untuk membangkitkan semangat generasi muda, khususnya dalam mengembangkan olahraga biliar di Papua Barat.
Menurut Lamek, turnamen ini bukan sekadar ajang kompetisi untuk memperebutkan trofi dan uang pembinaan, tetapi juga menjadi sarana mengukur kemampuan serta menjaring atlet muda potensial.
“Para atlet muda ini tentunya akan dipersiapkan menuju Pra-PON dan PON ke depan,” kata Lamek, yang juga Anggota DPD RI perwakilan Papua Barat.
Ia menjelaskan, Bidang Pembinaan dan Prestasi POBSI Papua Barat bersama tim yang telah dibentuk panitia akan memantau penampilan para peserta selama turnamen berlangsung.
Hasil pemantauan tersebut akan menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan atlet yang berpotensi direkrut untuk mengikuti program pembinaan lanjutan.
“Panitia sudah membentuk tim untuk memantau setiap atlet yang berlaga dalam turnamen ini. Mereka akan melihat atlet mana yang layak direkrut untuk dibina lebih lanjut,” ungkapnya.
Lamek berharap turnamen tersebut mampu melahirkan atlet-atlet biliar berprestasi yang dapat bersaing pada berbagai kejuaraan, mulai dari tingkat daerah, nasional hingga internasional.
“Kami berharap melalui turnamen ini semakin banyak atlet biliar berprestasi yang lahir dan suatu saat mampu tampil di berbagai event, baik daerah, nasional maupun internasional, untuk mengharumkan nama Papua Barat,” harapnya.
Selain pembinaan atlet, POBSI Papua Barat juga terus melakukan konsolidasi organisasi hingga ke tingkat kabupaten.
Lamek menyebutkan, kepengurusan POBSI telah terbentuk di Kabupaten Manokwari dan Teluk Bintuni. Dalam waktu dekat, pihaknya menargetkan pelantikan pengurus kabupaten di Manokwari Selatan, Pegunungan Arfak, Fakfak, dan Teluk Wondama.
Dengan terbentuknya kepengurusan di daerah, pembinaan atlet diharapkan dapat berjalan lebih merata sehingga potensi atlet biliar tidak hanya terpusat di Manokwari, tetapi juga berkembang di kabupaten lainnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Open Turnamen Biliar Papua Barat, Galang Pahala, mengungkapkan bahwa turnamen tersebut diikuti 128 peserta dari empat wilayah.
Rinciannya, 115 peserta berasal dari Kabupaten Manokwari, enam peserta dari Teluk Bintuni, empat peserta dari Sorong, dan tiga peserta dari Manokwari Selatan.
Para peserta akan bertanding pada nomor bola 9 putra dengan sistem handicap. Mereka memperebutkan trofi turnamen serta uang pembinaan bagi para juara.
“Para peserta akan memperebutkan trofi Biliar Papua Barat dan sejumlah uang pembinaan untuk juara I, II, III, serta juara harapan,” kata Galang.
Melalui kompetisi ini, Bidang Pembinaan dan Prestasi POBSI Papua Barat juga akan melakukan pemantauan terhadap atlet-atlet potensial sebagai bagian dari persiapan menuju Pra-PON dan PON 2028.
Turnamen tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat pembinaan, meningkatkan jam terbang atlet, serta mendorong kemajuan olahraga biliar di Papua Barat.

