BATOPAR.COM, JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani mengapresiasi pencapaian Kontingen Indonesia di Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026, Jepang, yang berhasil membawa pulang 73 medali dan menempati peringkat kedelapan Asia.
Puan mendorong pemerintah memberikan penghargaan dan dukungan yang setara kepada atlet penyandang disabilitas sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan mereka mengharumkan nama bangsa.
“Kita sangat bangga atas prestasi Tim Garuda yang berhasil membawa pulang banyak medali, termasuk raihan 15 medali emas pada Asian Para Games 2026,” kata Puan, Rabu (28/10/2026).
Kontingen Indonesia mengakhiri kompetisi dengan raihan 15 medali emas, 21 perak, dan 37 perunggu. Capaian tersebut melampaui target awal tujuh medali emas hingga lebih dari dua kali lipat, sekaligus menunjukkan daya saing atlet Indonesia di ajang olahraga tingkat Asia.
Menurut Puan, keberhasilan tersebut bukan sekadar menjadi kebanggaan nasional, melainkan juga menghadirkan inspirasi bagi generasi muda, khususnya anak-anak dan pemuda penyandang disabilitas, untuk mengembangkan potensi serta berani mengejar prestasi.
“Keberhasilan melampaui target tersebut menghadirkan kebanggaan sekaligus inspirasi bagi generasi muda Indonesia, khususnya bagi anak-anak dan pemuda penyandang disabilitas, untuk mengembangkan diri dan mengejar prestasi tanpa ragu,” tuturnya.
Dari sejumlah cabang olahraga (cabor), atletik menjadi penyumbang medali terbanyak bagi Indonesia dengan total 22 medali, terdiri atas tiga emas, delapan perak, dan 11 perunggu. Bulutangkis menyusul dengan raihan tiga emas, tiga perak, dan enam perunggu.
Sementara itu, cabang olahraga renang menyumbangkan sembilan medali, yakni tiga emas, empat perak, dan dua perunggu. Salah satu medali emas diraih perenang debutan berusia 17 tahun, Abdil Majid Rahman, pada nomor 100 meter gaya dada putra SB7.
Indonesia juga meraih medali emas dari cabang tenis meja, balap sepeda, dan boccia. Dalam cabang boccia, kontingen Indonesia dilaporkan meraih empat medali yang seluruhnya berupa emas.
Puan menyampaikan terima kasih kepada para atlet, pelatih, dan seluruh tim pendukung yang telah berjuang membawa nama Indonesia. Ia juga mengapresiasi dukungan keluarga dan masyarakat yang turut mengiringi perjuangan para atlet hingga mampu mencatatkan prestasi membanggakan.
Ia menegaskan, keberhasilan para atlet harus diikuti komitmen untuk membuka lebih banyak kesempatan bagi masyarakat dalam mengembangkan kemampuan dan memberikan kontribusi bagi bangsa.
“Kami berkomitmen membuka kesempatan agar semakin banyak anak bangsa menemukan keunggulan dan memberi kontribusi dengan caranya sendiri,” tuturnya.
*Prestasi lahir dari disiplin dan ketekunan*
Puan menilai, Asian Para Games merupakan ajang yang mempertemukan atlet penyandang disabilitas dari berbagai negara dalam kompetisi tingkat Asia dengan standar pertandingan dan persaingan prestasi yang tinggi.
Ketua Komite Pengarah Asian Para Games 2018 itu mengatakan, pencapaian atlet Indonesia merupakan hasil penguasaan teknik, strategi, disiplin latihan, serta kesiapan menghadapi tekanan selama pertandingan.
“Para atlet penyandang disabilitas ini menunjukkan extraordinary ability, kemampuan luar biasa yang mereka bangun melalui keahlian, disiplin, dan ketekunan,” ungkapnya.
Menurut perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI tersebut, perjuangan para atlet membuktikan bahwa kondisi fisik bukanlah penghalang untuk mengembangkan kemampuan dan meraih prestasi. Ketekunan, kedisiplinan, serta kemauan untuk terus berlatih menjadi bagian penting dalam proses mencapai keberhasilan.
“Ketekunan mereka menginspirasi generasi muda Indonesia tentang keberanian menetapkan tujuan, menjalani proses, dan menerjang segala tantangan untuk mencapai prestasi yang membanggakan,” ujarnya.
Puan pun mengajak generasi muda Indonesia untuk mengenali potensi diri, menekuni bidang yang diminati, serta berani mengambil langkah nyata dalam mewujudkan tujuan. Ia berharap pencapaian para atlet dapat menjadi motivasi bagi anak-anak muda untuk terus berkembang tanpa dibatasi keraguan terhadap kemampuan diri.
*Puan dorong penghargaan setara dan dukungan berkelanjutan*
Di sisi lain, Puan menekankan pentingnya perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan dan masa depan atlet penyandang disabilitas. Menurutnya, prestasi dan pengabdian mereka harus diimbangi dengan penghargaan yang layak, setara, serta mencerminkan kualitas pencapaian dan kontribusi bagi bangsa.
“Para atlet telah memberikan kemampuan terbaiknya untuk Indonesia. Pemerintah perlu memastikan penghargaan terlaksana dengan baik dan dukungan tetap hadir ketika mereka melanjutkan pendidikan, mengembangkan karier, atau menyiapkan masa depan setelah bertanding,” paparnya.
Puan juga mendorong pemerintah untuk mendengarkan kebutuhan para atlet secara langsung. Ia menilai, setiap atlet memiliki kondisi, kebutuhan, dan rencana masa depan yang berbeda sehingga dukungan yang diberikan perlu disesuaikan agar benar-benar bermanfaat.
Mantan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) itu menambahkan, dukungan berkelanjutan kepada atlet penyandang disabilitas memiliki arti penting bagi pembentukan kepercayaan diri generasi muda.
Penghargaan yang diberikan secara konsisten, menurutnya, dapat mendorong anak-anak Indonesia untuk menekuni kemampuan masing-masing sekaligus memandang masa depan dengan lebih optimistis.
Puan menegaskan, inspirasi dari prestasi olahraga akan semakin bermakna apabila kerja keras atlet tidak hanya mendapat pujian, tetapi juga diikuti penghargaan yang adil dan kesempatan untuk terus berkembang.
“Dukungan kepada para atlet menjadi bagian dari cara kita menumbuhkan keyakinan generasi berikutnya,” ujarnya.

