Pramono Anung: Transportasi Jakarta Saat Ini Lebih Baik Dibandingkan New York

BATOPAR.COM, JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengeklaim pengelolaan transportasi Jakarta saat ini lebih baik dibandingkan dengan New York, Amerika Serikat. 

Hal tersebut disampaikan Pramono setelah bertemu Wali Kota New York Zohran Mamdani dalam kunjungan kerjanya. Pertemuan keduanya memang membahas strategi transportasi publik dan penanganan kemacetan Jakarta. 

“Saya bersyukur bahwa dalam hal penanganan transportasi sebenarnya di Jakarta jauh lebih baik dibandingkan dengan di New York,” ucap Pramono di Tanah Abang, Jakarta Pusat, dikutip Selasa (29/9/2026).

Menurut Pramono, transportasi menjadi salah satu topik utama dalam pembahasannya bersama Mamdani. Salah satu hal yang menjadi perhatian Wali Kota New York tersebut adalah bagaimana Jakarta mengintegrasikan berbagai moda transportasi dengan dukungan subsidi pemerintah daerah.

Politikus PDI Perjuangan itu menjelaskan, pengelolaan transportasi Jakarta saat ini telah berkembang dari sebelumnya yang berfokus pada Transjakarta menjadi sistem yang mengintegrasikan berbagai layanan transportasi hingga wilayah penyangga.

“Wali Kota Mamdani bertanya kepada saya bagaimana penanganan Jakarta dengan penduduk 11 juta, dan kemudian dengan aglomerasi atau metropolitan-nya menjadi 42 juta  data resmi dari UN,” ucapnya.

“Saya sampaikan bahwa kalau dulu yang diatur hanya Transjakarta, sekarang pengaturannya menjadi Transjabodetabek,” lanjutnya.

Pramono juga memaparkan perkembangan sistem transportasi Jakarta yang kini mencakup sejumlah moda, mulai dari Transjakarta, MRT, LRT, Transjabodetabek, Mikrotrans, hingga KRL. Dalam pertemuan dengan Mamdani, ia juga menjelaskan pengembangan Transjabodetabek untuk memperkuat konektivitas Jakarta dengan wilayah penyangga. 

Selain transportasi, eks Sekretaris Kabinet itu mengatakan Jakarta dan New York menghadapi sejumlah persoalan yang hampir serupa sebagai kota besar dengan tingkat kepadatan dan keberagaman masyarakat yang tinggi. Persoalan tersebut antara lain pengelolaan bantuan sosial, keamanan, hingga pembiayaan kota.

“New York relatif persoalannya itu hampir sama dengan Jakarta, sebagai kota yang sangat padat, multikultur, multietnik, semua orang datang ke tempat itu, sehingga dengan demikian problemnya menjadi complicated,” pungkas Pramono.

Mungkin Anda Menyukai