Presiden Prabowo Ingatkan Generasi Muda Jaga Persatuan dan Jangan Lupakan Sejarah

BATOPAR.COM, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto berharap para siswa SMA Taruna Nusantara dapat memanfaatkan kesempatan pendidikan dengan sebaik-baiknya. Kepala Negara optimistis para siswa mampu menjadi generasi penerus bangsa yang unggul, berkarakter, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan.

“Saya percaya kalian akan berbuat yang terbaik, kalian akan belajar yang terbaik, kalian akan mengambil nilai-nilai dari SMA Taruna Nusantara,” ujar Presiden Prabowo saat meresmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi di Kota Cimahi, Jawa Barat, Jumat (30/10/2026).

Presiden menekankan bahwa semangat kebangsaan yang ditanamkan di SMA Taruna Nusantara harus berlandaskan nilai-nilai Sumpah Pemuda, yakni satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa. Menurutnya, ikrar yang dicetuskan para pemuda sebelum kemerdekaan tersebut merupakan pencapaian luar biasa sekaligus fondasi persatuan Indonesia.

“Pemuda-pemudi tersebut usianya sangat muda, melahirkan suatu sumpah yang demikian cemerlang, luar biasa kita harus akui,” ungkapnya.

Presiden mengingatkan bahwa persatuan merupakan kekuatan utama bangsa Indonesia dalam menghadapi berbagai perbedaan dan tantangan. Semangat Bhinneka Tunggal Ika yang diwariskan para pendiri bangsa, kata Presiden, harus terus dijaga dengan menghormati keberagaman suku, agama, ras, budaya, dan adat istiadat.

“Hanya dengan persatuan, hanya dengan Bhinneka Tunggal Ika, hanya dengan mengakui dan menghormati semua suku dan semua agama dan semua ras, dan semua budaya, dan semua adat, kita bisa bernegara dengan baik,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga menekankan pentingnya mempelajari sejarah sebagai bekal bagi generasi muda dalam membangun masa depan bangsa. Ia mengingatkan bahwa bangsa yang tidak memahami sejarah berisiko mengulangi kesalahan yang sama.

“Mereka yang malas belajar sejarah akan dihukum oleh sejarah. Ini pelajaran ribuan tahun,” katanya.

Menurut Presiden, kemajuan teknologi tidak menghilangkan pentingnya memahami perjalanan sejarah dan sifat dasar manusia. Ia mencontohkan pengalaman penjajahan yang pernah dialami Indonesia akibat lemahnya persatuan antar anak bangsa. Karena itu, generasi muda diminta mengambil pelajaran dari politik pecah belah yang pernah diterapkan penjajah agar kesalahan serupa tidak terulang.

“Jangan kita ulangi kesalahan-kesalahan pendahulu-pendahulu kita. Pendahulu kita banyak kecemerlangan, tapi kita belajar dari kekurangannya,” pesannya.

Presiden juga mengingatkan adanya berbagai paham yang berpotensi mengancam persatuan apabila lebih mengutamakan kepentingan kelompok daripada kepentingan bangsa. Meski demikian, Kepala Negara optimistis Indonesia memiliki kekuatan besar untuk menghadapi berbagai tantangan tersebut.

“Jadi percayalah kekuatan NKRI besar. Kita waspada sekarang dan kita akan atasi semua masalah itu dengan baik,” pungkasnya.

Mungkin Anda Menyukai