TNI–Polri Amankan Perarakan Patung Bunda Maria di Manggarai Timur, Umat Beribadah dengan Khidmat

Foto: TNI–Polri saat mengamankan perarakan patung Bunda Maria di Manggarai Timur

Borong, Batopar.com – Sinergi antara TNI dan Polri kembali terlihat dalam pengamanan kegiatan keagamaan masyarakat. Aparat gabungan mengawal jalannya prosesi perarakan Patung Bunda Maria yang berlangsung dengan aman, tertib, dan khidmat di Kabupaten Manggarai Timur, Sabtu (30/5/2026).

Prosesi religius yang diikuti ratusan umat Katolik tersebut dipimpin oleh Pastor Kapelan Pra-Paroki Jawang, Romo Yuvenaris Akoit. Perarakan dimulai dari Gereja Longko menuju Gereja Jawang sebagai titik perhentian pertama. Selanjutnya, rombongan bergerak menuju Pertigaan Jati Kepok untuk menyambut umat dari Stasi Toka sebelum akhirnya berakhir di Gua Maria Golo Cigir.

Untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, aparat keamanan gabungan yang terdiri atas personel TNI dan Polri disiagakan di sejumlah titik strategis sepanjang rute perarakan, terutama di persimpangan jalan yang berpotensi menimbulkan kepadatan arus lalu lintas.

Babinsa Koramil 1612-04/Borong, Pratu Sukardin, mengatakan bahwa kehadiran TNI dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap terciptanya suasana aman dan kondusif bagi masyarakat dalam menjalankan ibadah.

“Kami berkomitmen untuk memastikan seluruh rangkaian ibadah dan perarakan berlangsung aman, tertib, dan penuh kekhidmatan. Sinergi antara TNI, Polri, serta dukungan seluruh umat menjadi kunci suksesnya kegiatan ini,” ujarnya.

Sementara itu, Romo Yuvenaris Akoit menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh aparat keamanan yang telah mengawal prosesi sejak awal hingga selesai.

Menurutnya, pengamanan yang dilakukan memberikan rasa aman dan nyaman bagi umat sehingga mereka dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan tenang dan penuh penghayatan.

Berkat kerja sama yang baik antara aparat keamanan, panitia, dan umat, prosesi perarakan Patung Bunda Maria berlangsung lancar tanpa hambatan berarti. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi wujud nyata kerukunan, toleransi, dan kebersamaan yang terus terjaga di tengah masyarakat Manggarai Timur.

Mungkin Anda Menyukai