Batopar.com,– Kerinduan puluhan tahun umat Paroki Santo Kristoforus Waning untuk memiliki lapangan sepak bola yang layak akhirnya terwujud.
Di tengah keterbatasan anggaran paroki, Marianus Yono Jehanu hadir sebagai donatur tunggal. Ia membiayai penuh proses penggusuran dan perataan Lapangan Sepak Bola Paroki Santo Kristoforus Waning, Keuskupan Labuan Bajo.
Selain mendukung pembangunan gereja baru, Yono yang juga pemerhati olahraga, menggelontorkan dana pribadi hingga ratusan juta rupiah. Tujuannya, menghadirkan fasilitas olahraga yang aman dan representatif bagi masyarakat, terutama generasi muda.
Jawaban atas Doa Umat
Ketua Dewan Pastoral Paroki (DPP) Santo Kristoforus Waning, Sales Sarjoni, menyebut bantuan itu sebagai jawaban doa umat.

“Ini benar-benar jawaban doa umat. Kami sangat bersyukur karena seluruh biaya penggusuran ditanggung oleh Pak Yono Jehanu,” ujar Sales di Pendopo Pastoran Paroki, Senin (29/6/2026).
Sales menjelaskan, sejak dibuka puluhan tahun lalu lapangan itu miring dan bergelombang. Kondisinya jauh dari standar untuk pertandingan. Rencana perataan tak kunjung terlaksana karena anggaran terbatas.
Pemerintah Desa Waning pernah berupaya lewat Dana Desa. Namun rencana itu kandas karena lapangan berstatus aset paroki, bukan aset desa. Pengurus DPP juga sempat mempertimbangkan dana internal, tetapi keuangan paroki saat ini difokuskan untuk pembangunan gereja baru.
Titik terang muncul Juli 2025. Yono menghubungi DPP dan menyatakan siap membiayai seluruh pengerjaan lapangan.
Keprihatinan Yono sebenarnya sudah muncul sejak ia menjabat Ketua PSSI Manggarai Barat. Saat membuka Turnamen Waning Cup Jilid I tahun 2024, ia melihat langsung kondisi lapangan yang tidak standar, padahal animo masyarakat terhadap sepak bola sangat tinggi.
Dalam komunikasi dengan paroki, Yono berkomitmen menjadi donatur tunggal, mulai dari mobilisasi alat berat hingga seluruh pekerjaan penggusuran.
Lapangan Baru, Antusiasme Meningkat
Awal September 2025, ekskavator mulai bekerja. Selama dua bulan, lapangan berukuran 98 x 57 meter berhasil diratakan dengan kedalaman galian 2-3 meter.
Hasilnya langsung terasa. Lapangan yang baru diratakan itu kini menjadi venue Turnamen Waning Cup Jilid II yang bergulir sejak 21 Juni 2026.
Jumlah peserta melonjak. Jika edisi pertama diikuti 32 tim, tahun ini bertambah menjadi 55 tim. Beberapa tim bahkan diperkuat pemain jebolan Eltari Cup.
Pastor Paroki Santo Kristoforus Waning, RD Robertus Pelita, mengatakan wilayah Waning memang dikenal sebagai gudang pemain berbakat untuk Kecamatan Ndoso dan sekitarnya.
Mantan Praeses Seminari Yohanes Paulus Labuan Bajo itu berharap lapangan baru melahirkan lebih banyak talenta.
“Kami berharap lapangan ini menjadi tempat anak-anak muda mengembangkan bakat dan meningkatkan prestasi. Sekaligus mengalihkan mereka dari aktivitas negatif ke kegiatan yang lebih positif,” katanya.
Penataan Akan Dilanjutkan
Pasca Turnamen Waning Cup Jilid II, paroki akan melanjutkan penataan. Rencananya seluruh permukaan lapangan akan ditanami rumput dan dibangun tribun mini berlapis rumput alami agar menyatu dengan lingkungan.
Pohon ketapang kencana dan pala juga akan ditanam di sekeliling lapangan. Selain untuk keteduhan penonton, pohon pala ditargetkan menjadi sumber bibit bagi umat yang ingin membudidayakan pala di wilayah paroki. (*)


